TNI bersama warga Jayawijaya panen padi

TNI  bersama warga Jayawijaya panen padi

Ketahanan Pangan Papua Kelompok tani Distrik Asolokobal secara beramai-ramai melakukan penanaman bibit jagung sebagai salah satu sumber pokok makanan lokal, Kabupaten Jayawijaya, Papua Senin (9/3). Kodim 1702 Jayawijaya memberikan bibit serta alat cocok tanam kepada masyarakat sebagai salah satu program pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan nasional. (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra)

Sejak 2014 Kodim 1702/Jayawijaya bersama Dinas Pertanian setempat bekerja sama untuk mempelopori pemanfaatan lahan-lahan rawa agar menjadi lahan produktif dengan cara menanam padi organik yang hasilnya diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi m
Jayapura, (ANTARA News) - Prajurit TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya bersama warga binaan setempat melaksanakan panen padi  sekaligus  menanam kembali bibit padi di Distrik Asotipo, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.

Panen padi dan aksi tanam kembali itu dipimpin oleh Dandim 1702/Jayawijaya Letkol (Inf) Chandra Dianto bersama pejabat kampung dan distrik setempat  serta Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang dilaksanakan pada Rabu (14/11).

"Sejak 2014 Kodim 1702/Jayawijaya bersama Dinas Pertanian setempat telah menjalin kerja sama untuk mempelopori pemanfaatan lahan-lahan rawa agar menjadi lahan produktif dengan cara menanam padi organik yang hasilnya diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," kata Chandra Dianto.

Untuk mengoptimalkan kegiatan tersebut, kata dia, Babinsa ditugaskan turun ke lapangan sebagai tenaga pendamping guna memberikan sosialisasi dan motivasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan lahan-lahan tidur yang dapat menjadi lahan produktif melalui gerakan padi, jagung dan kedelai (Pajale).

"Hasilnya seluas 340 hektare lahan bisa diolah dengan baik di mana salah satunya, seluas 40 hektare di Distrik Asotipo yang
saat ini sedang di panen dan dilaksanakan tanam padi bersama," katanya.

Menurut dia, Kodim Jayawijaya selama ini telah berupaya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur atau kosong
dengan menggandeng para kepala distrik dan kepala Kampung, yang tentunya melalui Babinsa.

"Dan hasilnya luar biasa seperti yang ada saat ini, saya turut bangga dan kagum ternyata di wilayah pegunungan seperti
Wamena terdapat potensi pertanian yang sangat luar biasa, di mana dengan memanfaatkan kolam-kolam rawa yang airnya tidak pernah kering padi bisa tumbuh subur dengan kualitas organik yang bagus meskipun tanpa pupuk," kata Chandra.

Kepala Suku Asotipo Bili Wetipo mengapresiasi atas upaya-upaya yang dilakukan Kodim 1702/Jayawijaya dan mengucapkan terima kasih karena telah memberikan perhatian bagi wilayahnya untuk mengawali pembukaan lahan rawa menjadi lahan pertanian. 

"Dengan adanya panen padi ini, masyarakat sekarang paham dan sadar tentang bagaimana cara menanam padi yang baik dan benar dan saya juga minta kebersamaan ini terus dilakukan serta tetap di jaga," ujar Bili.

Turut hadir pula pada kegiatan panen tersebut Kadis pertanian Kabupaten Jayawijaya yang diwakili Kabid Sarana dan Prasarana Agus Kosai.

"Terima kasih kepada pihak TNI khususnya Kodim 1702/Jayawijaya yang telah banyak membantu pemerintah daerah demi kemajuan pertanian di wilayah ini. Saya juga memberikan apresiasi atas kemampuan para babinsa yang mampu mengoperasikan peralatan Alsintan yang kami perbantukan," katanya.

Disela-sela kegiatan Dandim 1702/Jayawijaya juga memberikan bantuan bahan makanan pokok sebagai bentuk tali asih dan kepedulian kepada masyarakat setempat. 

Baca juga: Pemerintah Yamagata Jepang tertarik kembangkan padi Papua
Baca juga: Kodam Cenderawasih dorong Papua jadi lumbung padi

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pemerintah & MPR upayakan pendekatan kesejahteraan untuk Papua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar