counter

Legislator: dana program Indonesia Pintar Kota kupang terancam dicabut

Legislator: dana program Indonesia Pintar Kota kupang terancam dicabut

Mendikbud Bagikan Dana PIP Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (ketiga kanan), meninjau percepatan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP), di SMA Negeri 2 Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (16/6/2017). Sejumlah 531 siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar dari 27 SMA di Banyumas, menerima dana percepatan pencairan Program Indonesia Pintar, melalui Bank Negara Indonesia (BNI) 46. (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria)

Ribuan pelajar itu belum mendapatkan dana PIP karena pihak sekolah diduga menghalangi proses pencairan, juga karena ada beberapa bank pencair dana PIP diduga menghalangi proses pencairannya
Kupang, (ANTARA News) - Dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi ribuan pelajar SD dan SMP di Kota Kupang, Provinsi NusaTenggara Timur (NTT) terancam akan dicabut oleh pemerintah pusat pada 30 November mendatang karena belum disalurkan, kata seorang legislator.

Anggota Komisi X DPR, Anita Gah kepada wartawan di Kupang, Jumat mengatakan bahwa rencana pencabutan itu dilakukan oleh pemerintah pusat karena mendengar kabar bahwa ribuan pelajar di Kupang belum menerima dana PIP tersebut.

"Pemerintah pusat akan mengeluarkan perintah pencabutan kembali semua dana yang belum dicairkan dalam waktu dekat ini," kata dia.

Ia mengatakan bahwa ribuan pelajar penerima PIP itu belum mendapatkan dana PIP karena pihak sekolah diduga menghalangi proses pencairan.

Di samping itu, kata dia, juga karena ada beberapa bank pencair dana PIP juga diduga menghalangi proses pencairannya.

Anita juga menyesalkan kondisi tersebut dan pihaknya sudah berusaha untuk membantu masyarakat kecil, namun saat sudah terealisasi justru proses pencairannya terhambat.

Baca juga: Pemerintah sudah salurkan Rp35,7 triliun bantuan pendidikan PIP

"Di pusat kami berjuang setengah mati agar masyarakat kurang mampu mendapatkan bantuan untuk peningkatan pendidikan, namun saat sudah cair, anggarannya ditahan-tahan oleh pihak sekolah," ujar dia.

Ia menduga ada permainan oleh pihak sekolah sehingga dana itu tidak cair ke anak-anak sehingga terpaksa dicabut kembali oleh pemerintah.
 
Kadis Pendidikan kota Kupang, Filmon Lulupoly mengaku bahwa kendala yang ditemukan di lapangan soal pencairan anggaran PIP itu adalah karena banyak warga yang tidak ingin mengambil dana bantuan tersebut.

"Selain itu juga banyak data yang tidak valid terkait dana tersebut," ujar dia.

Pihaknya mencatat pada 2017 total siswa penerima PIP sebanyak 32 ribu, dan di 2018 tercatat sebanyak 10.337 siswa SD dan 6.092 siswa SMP penerima dana PIP.

Baca juga: Kemendikbud usulkan dana Program Indonesia Pintar 2019 naik

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar