counter

Konferensi CAFEO 2019 akan bahas pemetaan mitigasi bencana

Konferensi CAFEO 2019 akan bahas pemetaan mitigasi bencana

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia A. Hermanto Dardak saat memberikan sambutan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/11/2018). (Antara News/Aji Cakti)

Jakarta, (ANTARA News) - Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) A. Hermanto Dardak mengungkap bahwa perhelatan Conference of ASEAN Federation Engineering Organization atau CAFEO pada tahun 2019 akan membahas salah satu topik mengenai pemetaan mitigasi bencana.

"Kita akan mengumpulkan semua ahli pada tahun depan untuk betul-betul memetakan mitigasi bencana," ujar A. Hermanto Dardak di Jakarta, Jumat malam (16/11).

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa belajar dari bencana alam di Palu, Sulawesi Tengah dimana terjadi likuifaksi dan adanya bangunan yang dirancang tidak tahan gempa.

"Kita berikan mitigas untuk masyarakatnya, bangunan fisik, dan sistem untuk daerah-daerah terutama daerah yang padat penduduk," katanya.

Pembahasan agenda mitigasi bencana ini akan dilakukan dalam konferensi CAEFO berikutnya yang rencananya digelar pada September 2019 di Jakarta, menurut Hermanto.

"Kita sekarang sebagai ketua CAFEO. Agenda PII tentunya dalam CAFEO untuk memfasilitasi lintas batas agar pergerakan insinyur lebih mudah dan cepat," tuturnya usai menghadiri konferensi pers Kongres PII ke XXI dan Dialog Nasional yang akan digelar di Padang pada 6-7 Desember 2018.

Setelah 3 tahun, PII kembali akan menyelenggarakan Kongres yang ke XXI sebagai langkah yang telah dilakukan PII untuk terus disempurnakan dan diperkaya agar PII menjadi tumpuan pengembangan para insinyur. Kongres PII XXI tahun 2018 ini sangat penting sebagai tonggak tantangan keinsinyuran dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat. Khususnya memasuki revolusi industri generasi ke empat (Industry 4.0) yang diikuti oleh pemutakhiran seluruh sektor untuk menerapkan IOT (Internet Of Things). 

Kongres PII ke XXI dan Dialog Nasional merupakan salah satu langkah strategis, yang dilakukan dalam meluncurkan roadmap Making Indonesia 4.0 yang menargetkan Indonesia akan masuk dalam jajaran 10 besar ekonomi dunia tahun 2030 mendatang. 

Roadmap ini dapat menjadi pegangan para industriawan untuk memahami langkah-langkah yang dilakukan pemerintah untuk menyongsong era industri 4.0 yang ditahap awal akan fokus pada 5 sektor prioritas yaitu Industri Makanan dan Minuman, Industri Tekstil dan Busana, Industri Otomotif, Industri Elektronik dan Industri Kimia. 

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Mitigasi bencana di kota berindeks kerawanan bencana tinggi

Komentar