counter

Nila Tanzil bagikan kenikmatan berbagi lewat buku "The Art of Giving Back"

Nila Tanzil bagikan kenikmatan berbagi lewat buku "The Art of Giving Back"

Buku "The Art of Giving Back" karya Nila Tanzil. (dok. Bentang Pustaka)

Jakarta (ANTARA News) - Konsultan perjalanan dan figur berpengaruh di media sosial, Nila Tanzil, menerbitkan buku "The Art of Giving Back" untuk membagikan kenikmatan berbagi kebaikan berdasarkan pengalamannya mendirikan Taman Bacaan Pelangi di Flores, NTT.

Berdasarkan keterangan pers dari Bentang Pusaka, penerbit "The Art of Giving Back", yang diterima di Jakarta, Sabtu (17/11), selain membagikan pengalaman, Nila juga ingin memengaruhi publik agar berbagi kebaikan bisa menjadi gaya hidup.

Penyanyi Vidi Aldiano, salah satu pendukung pendirian Taman Bacaan Pelangi di Flores yang digagas Nila, menuliskan komentarnya tentang "The Art of Giving Back".

"Salah satu momen bahagia yang aku rasakan, yaitu pada saat membuat perpustakaan untuk adik-adik di Flores tahun 2017 bersama Taman Bacaan Pelangi. Tidak hanya bahagia saat bisa membuat perpustakaannya, tetapi momen berbagi cerita sama adik-adik di sana, mengahbiskan waktu bersama mereka, bernyanyi bersama, dan juga bermain bersama anak-anak yang luar biasa itu yang membuatku benar-benar senang," kata dia.

Pengalaman serupa juga ditulis Olga Lydia yang turut memberikan komentar bagi "The Art of Giving Back".

"'The art of giving is the joy of serving', karena pemberian apapun dengan tujuan melayani akan membawa kegembiraan bagi penerima dan juga pemberinya, baik itu sebuah buku ataupun senyum manis yang tukus," kata aktris dan presenter itu.

Sebagai seorang konsultan perjalan dan figur berpengaruh, tak hanya telah berkesempatan mengunjungi 34 negara di dunia, Nila juga mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia, terutama di wilayah Timur.

Bagi Nila, bepergian membuatnya mengenal diri lebih baik dan lebih toleran terhadap orang lain. Hingga pada 2009, saat ia berkunjung ke Kampung Nampar, Flores, NTT, dan mendapati anak-anak kecil meminta-minta uang kepada turis.

Kemudian, Nila memutuskan untuk mengunjungi sekolah anak-anak itu, yang kemudian membuat dia prihatin karena perpustakaan di sana minim buku, padahal buku adalah jendela dunia yang sangat penting bagi masa depan anak-anak.

Sejak saat itu, Nila bertekad untuk membuat anak-anak di Indonesia Timur agar melek literasi dan berhenti menjadi peminta-minta. Dengan segala upaya, ia kemudian mendirikan Taman Bacaan Pelangi.

Nila pun rela meninggalkan kariernya di dunia korporasi yang tengah menanjak. Kini, Taman Bacaan Pelangi telah memberi manfaat kepada lebih dari 30 ribu anak, mendistribusikan lebih dari 300 ribu buku, dan mendirikan 104 perpustakaan di berbagai daerah di Indonesia Bagian Timur.

Atas kiprahnya selama ini, Nila telah dianugerahi ragam penghargaan, antara lain "10 Iconic Women 2016", "Forbes Indonesia 10 Inspiring Women 2015", "Kartini Next Generation 2013" dari Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan juga diakui sebagai salah satu dari "10 finalis EY Entrepreneur of The Year 2016" yang merupakan penghargaan bergengsi dari Ernst & Young.

Bentang Pustaka sebagai penerbit membuka masa pesan buku "The Art of Giving Back" pada 6-30 November 2018 melalui mizanstore.com. Selama periode tersebut, satu buku yang dibeli berarti juga membelikan satu buku bacaan anak untuk disumbangkan ke anak-aak di Indonesia Timur. ***4***

Baca juga: Room to Read bantu Pelangi bangun perpustakaan di Flores

Baca juga: Sambut Natal, Mal Ciputra ajak anak-anak sumbang buku

Pewarta: Azizah Fitriyanti
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar