Korps sukarelawan Sukabumi dilatih manajemen tanggap darurat bencana

Korps sukarelawan Sukabumi dilatih manajemen tanggap darurat bencana

Tuntut Pengesahan RUU Kepalangmerahan Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Selatan membawa spanduk saat melakukan aksi tuntut pengesahan Rancangan Undang Undang (RUU) Kepalangmerahan di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (13/3). Dalam aksinya, mereka meminta pemerintah agar segera mengesahkan RUU Kepalangmerahan terkait pemberian jaminan hukum dan perlindungan terhadap petugas dan sukarelawan PMI yang bertugas di lapangan. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Wilayah Sukabumi memiliki beberapa potensi ancaman bencana yang harus diantisipasi seperti gempa bumi, pergerakan tanah, banjir longsor dan angin puting beliung. Bahkan bencana gempa juga rawan terjadi karena terdapat zona patahan aktif Cimandiri
Sukabumi, Jabar (ANTARA News) - Puluhan anggota Korps Sukarelawan (KSR) Pelang Merah Indonesia Kota Sukabumi, Jawa Barat mendapatkan pelatihan manajemen tanggap darurat bencana untuk meningkatkan kapasitasnya dalam melaksanakan kegiatan operasi kemanusiaan.

"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas relawan PMI dalam memobilisasi dan memberdayakan, khususnya di bidang kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana," kata Ketua PMI Kota Sukabumi Suranto Sumowiryo di Sukabumi, Sabtu.

Kegiatan yang dimulai pada 16 hingga 18 November di Area Camp PTPN Goalpara itu, kata dia, tujuan utamanya agar sukarelawan mampu menjadi motor penggerak bagi upaya kesiapsiagaan bencana dan tanggap darurat bencana secara cepat, tepat dan efektif.

Saat ini PMI sebagai organisasi yang bergerak di bidang pelayanan sosial dan kemanusiaan, kiprahnya telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, sehingga hal ini harus sejalan dengan peningkatan kapasitas para sukarelawannya sendiri.

Baca juga: Jusuf Kalla: sukarelawan PMI harus tanggap bencana

Ia menjelaskan secara umum wilayah Sukabumi memiliki beberapa potensi ancaman bencana yang harus diantisipasi seperti gempa bumi, pergerakan tanah, banjir longsor dan angin puting beliung. Bahkan bencana gempa juga rawan terjadi karena terdapat zona patahan aktif Cimandiri.

Tidak hanya bencana tersebut, kata dia, wilayah Kota Sukabumi masuk dalam salah satu daerah rawan letusan gunung berapi karena dekat dengan dua gunung yang masih aktif yakni Gunung Gede dan Pangrango.

"Maka dari itu setiap sukarelawan harus cepat tanggap, siap siaga dan antisipatif terhadap kemungkinan bencana yang terjadi apalagi pengaruh cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini," katanya.
 

Suranto menambahkan setelah pelatihan ini para peserta selain menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana dan permasalah sosial kemanusiaan.diharapkan bisa hidup mandiri dalam kehidupan organisasi serta pribadi masing-masing.

Baca juga: PMI latih 6.720 sukarelawan siaga bencana
Baca juga: PMI: sukarelawan sudah mewakafkan diri untuk kemanusiaan

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar