Tiga film pendek Indonesia diputar di Ningbo

Tiga film pendek Indonesia diputar di Ningbo

Penasihat Badan Perfilman Indonesia Adisoerya Abdi (dua kanan) memberikan penjelasan mengenai beberapa film Indonesia yang diputar di Cinema Ningbo, China, Sabtu (17/11/2018), kepada Konsul Jenderal RI di Hong Kong Siti Nugaha Mauludiah (empat kanan). (M. Irfan Ilmie)

Kami dengan Indonesia punya sejarah yang panjang dalam perfilman ini
Ningbo, China, (ANTARA News) - Tiga judul film pendek Indonesia diputar di gedung bioskop di pusat Kota Ningbo, China, Sabtu malam.

Pemutaran ketiga film berjudul "Errorist of the Seasons", "Roda Pantura", dan "Indonesia Masih Subuh" bersamaan dengan Festival Mikrofilm Internasional Ningbo (NIMF) Ke-3.

Film "Errorist of the Seasons" karya Rein M bercerita tentang fenomena sosial masyarakat di pinggiran Ibu Kota Jakarta yang mengais rezeki dengan menjadi ojek perahu karet saat terjadi banjir. Namun usaha tersebut berujung kegagalan karena pemerintah daerah setempat bisa mengatasinya dengan memperlancar arus sungai.

Sementara Hizkia Subiyantoro mengetengahkan fenomena warung remang-remang di jalur pantai utara Jawa melalui film animasi berjudul "Roda Pantura".

Sedangkan film "Indonesia Masih Subuh" yang diproduseri Fauzan Hazabi memotret kisah inspiratif tentang nasionalisme seorang bocah laki-laki yang bekerja sebagai tukang semir sepatu keliling.

Selain tiga film pendek, terdapat tiga judul film lainnya yang juga diputar di studio Cinema Ningbo.

Ketiga film panjang itu adalah "Moonrise Over Egypt" yang disutradarai oleh Pandu Adiputra, "Kukejar Cinta ke Negeri Cina" (Chand Parwez Servia), dan "Sara&Fei Stadhuis Schandaal" (Adisoerya Abdi).

NIMF Ke-3 dibuka oleh Wakil Ketua Lembaga Legislatif Kota Ningbo Zhang Minghua.

"
Konsul Jenderal RI di Hong Kong Siti Nugaha Mauludiah berjabat tangan dengan Wakil Ketua Lembaga Legislatif Kota Ningbo Zhang Minghua sesuai pembukaan Festival Mikrofilm Internasional Ningbo (NIMF) ke-3 di Ningbo, China, Sabtu (17/11/2018). (M. Irfan Ilmie)
," ujarnya.

Konsul Jenderal RI untuk Shanghai Siti Nugraha Mauludiah menawarkan kepada sutradara dan produser film dari China, Hong Kong, dan Taiwan yang berkumpul di ajang NIMF itu nantinya bisa mengambil gambar untuk film di Indonesia setelah menyaksikan film-film Indonesia yang diputar di salah satu kota terbesar di Provinsi Zhejiang itu.

"Kami punya banyak lokasi 'syuting' film yang indah dan itu tidak hanya di Bali, tapi ada di 10 lokasi wisata lainnya," ujarnya.

Deputi Direktur Pemasaran Internasional Region III China Kementerian Pariwisata RI, Dedi Ahmad Kurnia, mengatakan bahwa Indonesia sudah memiliki pengalaman dalam penyediaan lokasi film.

"Salah satu film yang terkenal di dunia 'Eat, Pray, and Love' pengambilan gambarnya di Bali," ujarnya mengenai film yang dibintangi oleh Julia Roberts itu.

Pembukaan NIMF juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pusat Pengembangan Film Kemendibud RI dengan Asosiasi Sinema Ningbo. 

Baca juga: Indonesia kembali berkesempatan putar film di China
Baca juga: BUMN China berminat investasi pefilman di Indonesia

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar