Nantinya, dana yang diraih melalui IPO ini akan digunakan untuk pengembangan dengan menambah toko dan modal usaha
Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan ritel pakaian pria terintegrasi, PT Mega Perintis Tbk menawarkan sebagian sahamnya ke publik melalui skema penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) di kisaran harga Rp250-Rp300 per saham.

"Nantinya, dana yang diraih melalui IPO ini akan digunakan untuk pengembangan dengan menambah toko dan modal usaha," ujar Direktur Utama Mega Perintis, FX Afat Adinata Nursalim di Jakarta, Senin.

Rencananya, perusahaan akan melepas sebanyak 230 juta saham atau 27,17 persen dari modal disetor perusahaan dalam IPO. Dengan demikian, perseroan bakal meraih dana IPO sekitar Rp57,5 miliar-Rp69 miliar.

FX Afat Adinata Nursalim menyampaikan, sekitar 43 persen dana IPO akan digunakan untuk penambahan modal kerja, sebesar 31 persen akan digunakan untuk pengembangan usaha melalui penambahan jumlah outlet baru, dan sisanya 26 persen untuk melunasi fasilitas Short Term Loan (STL) seasonal salah satu perbankan.

Perseroan menargetkan, pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Desember 2018. Sementara masa penawaran awal IPO dilakukan pada 4-6 Desember 2018. Mega Perintis menunjuk PT Lotus Andalan Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi IPO ini.

PT Mega Perintis bergerak dalam bisnis perdagangan ritel, garmen, dan trading. Perusahaan ini memiliki toko ritel Manzone, dan merek pakaian MOC.

Sementara itu, pengamat pasar modal Hans Kwee menilai, saham-saham IPO masih diminati oleh investor mengingat keuntungan yang ditawarkan relatif cukup menarik.

"Namun, investor diharapkan tetap mencermati fundamental perusahaan," ujar Hans Kwee yang juga Direktur PT Investa Saran Mandiri. 
 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2018