counter

Polri peringkat ketiga kejuaraan menembak di China

Polri peringkat ketiga kejuaraan menembak di China

Ilustrasi kejuaraan menembak. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Kejuaraan ini diikuti para polisi dari 73 negara dari seluruh dunia
Denpasar (ANTARA News) - Kepolisian Republik Indonesia meraih juara ketiga dalam kejuaraan menembak pistol World Police Service Pistol Shooting Championship 2018 di Provinsi Guangdong, China, 12-20 November 2018.

"Indonesia berhasil meraih juara ketiga pada nomor beregu dan perorangan dalam kejuaraan dunia menembak pistol itu.  Kapolda Bali sebagai Ketua Tim Menembak Indonesia," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja di Denpasar, Selasa.

Kejuaraan dunia ini membuat Indonesia diperhitungkan dalam kemampuan menembak pistol di seluruh dunia. "Kejuaraan ini diikuti para polisi dari 73 negara dari seluruh dunia," katanya.

Ia mengatakan, hal ini menjadi prestasi yang sangat membanggakan bagi Indonesia, khususnya Polri, karena bendera "merah putih" dapat berkibar di negeri tirai bambu dalam ajang internasional.

"Kegiatan ini akan dilaksanakan kembali di Milan, Italia. Tidak mudah juga bagi tim Indonesia untuk mengulangi kesuksesan yang pernah diraih dari Lomba `ASEAN Police Shooting` pada Juni lalu," katanya.

Dengan bukti prestasi jajaran Polri ini, diyakini dapat mengharumkan nama Indonesia dalam ajang World Police Service Pistol Shooting Championship.

Indonesia mengirimkan perwakilan tim menembak Polri dalam ajang kejuaraan dunia menembak pistol di Guangdong, China itu.

 "Kegiatan itu akan mendorong anggota polisi di seluruh dunia agar terus meningkatkan kemampuan menembaknya dalam meningkatkan efisiensi penggunaan senjata dalam bertempur," katanya.

Henky menambahkan, kegiatan menembak ini juga berguna untuk meningkatkan komunikasi polisi antarnegara, dalam kerjasama di bidang keamanan. 

Baca juga: TNI AD juara menembak di Australia dengan senjata dalam negeri
Baca juga: 160 atlet ikuti Lomba Menembak Piala Panglima TNI

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar