Tradisi "Maulid Waligo" disambut antusias warga Kabila Bone Bolango

Tradisi "Maulid Waligo" disambut antusias warga Kabila Bone Bolango

Sejumlah panitia berjalan keliling kampung dan mendatangi rumah warga untuk membagikan paket kudapan kepada anak-anak di Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Selasa (20/11/2018). Panitia kegiatan Walima Goroba (Waligo) ke-21 membagikan 1.000 paket kudapan dan bendera untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/ama.

Pada tahun 2018 ini, adalah pergelaran Waligo ke 21, bingkisan yang kami berikan pada anak-anak berasal dari dana sumbangan masyarakat yang dulunya mereka ini masih termasuk pengikut pengurus Waligo
Gorontalo, (ANTARA News) - Warga Tumbihe, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo antusias menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tradisi Walima Goroba (Waligo), Selasa.

Walima Goroba atau Waligo adalah sebuah gerobak yang diisi dengan makanan serta dihiasi dengan bendera dan hiasan warna-warni, lalu diarak keliling kampung dan memberikan makanan, bendera dan roti serta minuman ringan kepada semua anak-anak di daerah tersebut.

Salah seorang anak di daerah itu, Mursyid, mengatakan sangat menantikan goroba (gerobak) walima yang diarak keliling kampung oleh panitia.

"Waligo membawa banyak bingkisan untuk anak-anak di sini, selain itu ada juga bendera warna-warni yang diberikan secara gratis," ucapnya.

Ia mengaku setiap tahun perayaan Maulid Nabi Muhammad di daerah itu selalu meriah karena ada bingkisan khusus untuk anak-anak saja.
 
Sementara itu, panitia pelaksana kegiatan tersebut, Marten Yusuf mengatakan kegiatan itu bertujuan untuk memperkenalkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sejak dini kepada anak-anak.

"Pada tahun 2018 ini, adalah pergelaran Waligo ke 21, bingkisan yang kami berikan pada anak-anak berasal dari dana sumbangan masyarakat yang dulunya mereka ini masih termasuk pengikut pengurus Waligo," katanya.

Ia mengaku regenerasi pengurus Waligo berjalan cukup baik, dan semakin bertambah.

"Artinya dengan perjuangan-perjuangan yang kita lakukan, dari pengikut yang anak-anak sampai mereka dewasa, akan tetap memberikan partisipasi ketika diadakannya Walima Goroba," demikian Marten  Yusuf.

Baca juga: Bone Bolango buat program umrah untuk pensiunan
Baca juga: Ribuan warga Gorontalo berebut kue walima
Baca juga: Bupati: kerukunan umat beragama Helumo patut dicontoh
Baca juga: Bone Bolango syukuran Rahmat Gobel jadi menteri

Pewarta: Adiwinata Solihin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar