counter

Muhammadiyah ingatkan dakwah Islam hadapi era milenial

Muhammadiyah ingatkan dakwah Islam hadapi era milenial

Penasehat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amien Rais (tengah) menyampaikan sambutan disela-sela Tabligh Akbar Muhammadiyah 2018 di Islamic Centre Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/11/2018). Tabligh Akbar Muhammadiyah bertemakan "Ta'awun Untuk Negeri". ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama.

anak muda saat ini lebih percaya terhadap tausiyah di internet ketimbang nasihat orang tua dan guru sehingga harus dilakukan langkah antisipatif
Surabaya, (ANTARA News) - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, Jawa Timur, mengingatkan umatnya untuk berdakwah Islam dalam rangka menghadapi era milenial sesuai perkembangan zaman yang terjadi saat ini.

"Sekarang dan ke depan, kita dihadapkan dakwah Islam masa kini yang berarti harus siap dan mengantisipasinya," kata Ketua PD Muhammadiyah Kota Surabaya Mahsun Jayadi di sela tabligh akbar dan resepsi Milad ke-106 Masehi Muhammadiyah di Islamic Center Surabaya, Selasa.

Menurut dia, saat ini anak-anak muda dicirikan memiliki karakter tidak bisa hidup tanpa gawai atau telepon seluler pintar sehingga orang tua berperan bagaimana melakukan dakwah terhadap fenomena tersebut.

Selain itu, kata dia, anak muda saat ini lebih percaya terhadap tausiyah di internet ketimbang nasihat orang tua dan guru sehingga harus dilakukan langkah antisipatif.

Baca juga: "Muhammadiyah harus perluas dakwah virtual"
Baca juga: Peneliti: Internet gerus nasionalisme klasik

"Di sini Muhammadiyah harus berperan dan tanggap apa yang semestinya dilakukan," kata pria yang juga akademisi asal Universitas Muhammadiyah Surabaya tersebut.
 

Pada kesempatan sama, ia juga mengingatkan umat untuk kembali menggaungkan semangat kepedulian terhadap sesama dalam menuju dakwah Islam yang mengajak kebaikan serta mencegah kemungkaran (amar ma'ruf nahi munkar).

"Muhammadiyah harus tetap dan selalu peduli terhadap fakir miskin, peduli terhadap segala persoalan pendidikan maupun kesehatan masyarakat," katanya.

Sementara itu, dalam Milad Muhammadiyah yang tahun 2018 bertema "Ta'awun untuk Negeri", sejumlah kegiatan digelar, seperti kegiatan ngobrol bareng Milad, lomba tahfidz dan lomba qiroah.

Kegiatan lainnya adalah menonton bersama film "20 Hari Meniti", apel milad Muhammadiyah, silaturahim media, Jumat berkah bersama, Muhammadiyah Surabaya Awards hingga lomba pawai ta'aruf. 

Baca juga: Presiden: tokoh Muhammadiyah sukses manfaatkan media sosial
Baca juga: Muhammadiyah Surabaya Bangun Rumah Anti-kebohongan
Baca juga: Pimpinan Muhammadiyah dukung Tri Rismaharini tutup Dolly

 

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar