counter

Pemerintah dorong UMKM berbisnis melalui digital

Pemerintah dorong UMKM berbisnis melalui digital

PENYALURAN KUR UMKM Sejumlah perajin rumah tangga menyelesaikan pesanan tas, dompet beserta pernak pernik hiasan rumah berbahan dasar koran bekas di galeri Craft Sebelas Kopi, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/11/2018). Pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga September 2018 telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp270 triliun yang menjangkau 13,24 juta debitur. Penyaluran KUR merupakan program pemerintah untuk mempermudah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendapatkan dukungan dana. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/nz.

Peran Kemenkominfo adalah hadir sebagai akselerator. Selain mendukung lahirnya `next Indonesia unicorn`, kami juga mendorong UMKM untuk ayo berjualan online (daring)
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mendorong berbagai usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dapat memperluas bisnisnya terutama ke dalam platform digital.

"Peran Kemenkominfo adalah hadir sebagai akselerator. Selain mendukung lahirnya `next Indonesia unicorn`, kami juga mendorong UMKM untuk ayo berjualan online (daring)," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Farida Dwi Cahyarini dalam acara BUMN Branding and Marketing Award 2018 yang digelar di Jakarta, Rabu.

Menurut Farida, dengan UMKM berpindah ke platform digital melalui mekanisme daring, maka pola kerja yang akan dilakukan berbagai usaha tersebut juga akan lebih modern serta jangkauannya juga dinilai akan lebih massif.

Sekjen Kemenkominfo mengingatkan bahwa pada saat ini, dari 10 start up unicorn yang terdapat di Asia Tenggara, sebanyak empat di antaranya berasal dari Indonesia, yaitu perusahaan Gojek, Tokopedia, Bukalapak dan Traveloka.

"Saat ini, seorang ibu rumah tangga bisa memasarkan produknya melalui gerakan aplikasi berjualan. Kemajuan empat unicorn tersebut memberikan inspirasi untuk perkembangan start up lainnya," katanya.

Farida mengemukakan, Kemenkominfo juga saat ini telah mengubah paradigmanya yang tadinya berorientasi kepada aspek regulator yaitu sebaga pemberi perizinan, tetapi kini sudah banyak yang proses izinnya dipermudah.

Ia mengungkapkan, melalui OSS (Online Single Submission), yaitu perizinan tunggal terpadu, sekarang izin yang ada sudah visa langsung keluar.

Sekjen Kemenkominfo mengutarakan harapannya dengan semakin banyak kerja sama antara pemerintah, BUMN dan pelaku usaha lainnya akan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Hal tersebut dinilai dapat dilakukan antara lain dengan mengedepankan produk asli Indonesia sehingga negara RI juga bisa tampil sederajat dengan negara maju lainnya, dengan produk dan jasa yang bercita rasa lokal tetapi juga berdaya saing internasional.

Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Kementerian Koordinator Perekonomian Rudy Salahuddin dalam acara bincang-bincang di Manado, Sabtu (27/10), mengingatkan bahwa Industri 4.0 membutuhkan SDM yang unggul dan andal sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.

Untuk itu, ujar Rudy Salahduddin, pendidikan dan pelatihan vokasi penting untuk dilaksanakan.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan oleh pemerintah ialah dengan disusunnya Peta Jalan (Roadmap) Pendidikan dan Pelatihan Vokasi 2017-2025.

Dalam peta jalan tersebut terdapat empat fokus kebijakan. Pertama yaitu dengan mendorong pemenuhan tenaga kerja untuk enam sektor prioritas.

Keenam sektor tersebut adalah adalah agribisnis, pariwisata, e-commerce, manufaktur, layanan kesehatan, dan ekspor tenaga kerja.

 Baca juga: Pemda harus aktif populerkan produk KUKM lokal
Baca juga: Darmin bantah UMKM dibuka untuk asing

Pewarta:
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar