counter

Ini tantangan lembaga keuangan dalam bertransformasi secara digital

Ini tantangan lembaga keuangan dalam bertransformasi secara digital

Country Managing Director Red Hat Indonesia Rully Moulany di Jakarta, Rabu (21/11/2018). (Antara News/Aji Cakti)

lembaga-lembaga keuangan ini berupaya untuk tetap berinovasi di tengah ketatnya regulasi dan tanpa melanggar ketentuan-ketentuan regulasi tersebut.
Jakarta, (ANTARA News)  - Country Managing Director Red Hat Indonesia Rully Moulany mengungkap sejumlah tantangan yang dihadapi lembaga-lembaga jasa keuangan, seperti bank dalam melakukan inovasi serta transformasi secara digital di dunia finansial.

"Pertama, lembaga-lembaga jasa keuangan seperti bank, asuransi atau multifinance diregulasi secara ketat sehingga mereka 'tidak sebebas' fintech atau financial technology,'" ujar Rully di Jakarta, Rabu.

Dia lebih lanjut menjelaskan lembaga-lembaga keuangan ini berupaya untuk tetap berinovasi di tengah ketatnya regulasi dan tanpa melanggar ketentuan-ketentuan regulasi tersebut.

"Dari sisi organisasi, mereka juga sudah banyak memiliki organisasi yang baku dan telah memberikan beragam manfaat bagi mereka. Namun, mau tidak mau organisasi harus berubah karena untuk mengejar inovasi-inovasi di era digital seringkali bentuk organisasi yang telah ada tidak memungkinkan untuk bisa berlari layaknya perusahaan kecil yang banyak berinovasi di dunia digital," tutur Rully.

Bentuk organisasi yang harus dibentuk oleh lembaga-lembaga jasa keuangan, seperti bank secara operasional mesti merampingkan struktur secara lebih ringkas untuk bisa memberikan kelincahan dalam berbisnis dan berinovasi.  

"Pada saat yang sama kita bicara tantangan dalam hal biaya, tidak ada perusahaan yang tidak memikirkan biaya," kata Rully.

Lembaga keuangan sering menghadapi transaksi yang kompleks, volume data yang terus meningkat dan perubahan regulasi sehingga perlu untuk lebih lincah agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan regulasi untuk perbankan digital.

Oleh karena itu, lembaga keuangan memerlukan arsitektur teknologi informasi, serta praktik-praktik pengembangan dan penyampaian aplikasi modern yang dapat memberikan kecepatan yang lebih baik, keamanan yang lebih kuat, dan fleksibilitas yang lebih besar, sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan dalam mengelola bisnis, teknologi informasi dan mitra mereka.

"Hal-hal inilah yang menjadi tantangan bagi mereka, bukan masalah kemauan karena kalau terkait keinginan saya merasa tidak ada satupun perusahaan finansial di Indonesia yang tidak ingin berinovasi dan bertransformasi secara digital," tutur Rully.   

Tantangan-tantangan ini, lanjut Rully, yang membuat lembaga-lembaga jasa keuangan seperti bank kalaupun harus melakukan inovasi dalam teknologi dunia finansial menjalankannya secara perlahan-lahan atau bahkan menjadi sulit untuk bergerak. 

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Qris permudah bersedekah dengan nontunai

Komentar