counter

68 transmigran asal Jawa ditempatkan di Sulbar

68 transmigran asal Jawa ditempatkan di Sulbar

Sejumlah petani bekerja di wilayah persawahan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu, (16/1). FOTO ANTARA/Aco Ahmad/YU/ed/pd/11

 Mamuju (ANTARA News) - Sebanyak 68 transmigran dari 22 Kepala Keluarga akan ditempatkan di Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Saluandeang, Kecamatan Tobadak IV, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat.

 "Ke-68 transmigran itu berasal dari DKI Jakarta, Yogyakarta dan Jawa Tengah," kata Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar, di Mamuju, Kamis.

 Ke-68 transmigran itu tiba di Bandara Tampapadang Mamuju, pada Rabu (21/11) dan disambut langsung Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar.

 Selanjutnya, pada  Kamis, para transmigran tersebut diserahkan ke Pemkab Mamuju Tengah kemudian ditempatkan di UPT Saluandeang.

"Transmigrasi ini merupakan salah satu program pemerintah yang dengan itu diharapkan terjadi perbaikan ekonomi, baik bagi masyarakat setempat maupun masyarakat pendatang. Dengan adanya hal tersebut, pergerakan perdagangan dapat berkembang dan tercipta pemerataan penduduk dan perbaikan ekonomi di Sulbar," terang Enny.

 Pemerintah pusat melalui Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi lanjutnya, telah melaksanakan pembangunan pemukiman transmigrasi melalui dana APBN pada Dinas Transmigrasi Kabupaten Mamasa dan Dinas Transmigrasi Provinsi Sulbar tahun 2018 dengan membangun 40 unit rumah transmigrasi dan jamban keluarga (RTJK).

 Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pembangkit tenaga listrik surya per KK, membagikan lahan pekarangan, lahan usaha satu, lahan usaha dua per KK.

Menurut Enny, warga transmigrasi gelombang pertama sebelumnya dinilai cukup berkembang tetapi ada beberapa kendala yang menyebabkan warga tersebut kembali ke daerah asalnya.

Hal itu dikarenakan beberapa faktor, yaitu  masyarakat transmigrannya tidak betah berada di daerah tersebut atau boleh jadi pemerintah setempat masih kurang memperhatikan atau warga setempat kurang menerima dengan baik warga transmigran tersebut.

"Mudah-mudahan untuk program pemerintah yang sekarang akan lebih memperhatikan mereka, sehingga mereka dapat lebih betah untuk tetap tinggal di daerah kita ini," kata Enny Anggraeni Anwar.

 Baca juga: Bantul akan berangkatkan transmigran awal September
Baca juga: Pemerintah targetkan lima tahun 4 juta transmigran
 

Pewarta: Amirullah
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar