Jokowi sebut kriteria pemimpin hadapi Revolusi Industri

Jokowi sebut kriteria pemimpin hadapi Revolusi Industri

Presiden Joko Widodo saat bicara dalam acara Kompas 100 CEO Forum di Jakarta, Selasa (27/11/2018). (Joko Susilo)

Pertanyaannya pemimpin atau SDM seperti apa ke depan yang perlu disiapkan? Menurut saya, kita butuh pemimpin, baik di pemerintahan, baik di perusahaan, baik di BUMN, kita butuh pemimpin yang 'open minded'. Terbuka
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo menyebutkan beberapa kriteria pemimpin dan sumber daya manusia (SDM) yang perlu disiapkan dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 yang membawa perubahan radikal, tak terduga dan yang memporakporandakan standar yang ada.

"Pertanyaannya pemimpin atau SDM seperti apa ke depan yang perlu disiapkan? Menurut saya, kita butuh pemimpin, baik di pemerintahan, baik di perusahaan, baik di BUMN, kita butuh pemimpin yang 'open minded'. Terbuka," kata Presiden saat acara Kompas 100 CEO Forum di Jakarta, Selasa.

Menurut Kepala Negara, saat ini merupakan zaman keterbukaan sehingga para pemimpin dan SDM harus siap menghadapi ketidakterdugaan.

"Ini zaman norma baru. Semua berbeda sehingga pemimpin harus siap menghadapi ketidakterdugaan," kata Jokowi.

Presiden juga menyebut pemimpin harus bisa bereaksi cepat terhadap perubahan dan harus "goal oriented" bukan "prosedur oriented" dan mampu berkolaborasi.

"Saya berharap dari training muncul para reformis, pembawa perubahan yang kita harapkan," katanya.

Presiden juga mengatakan sistem kerja dan regulasi akan terus disederhanakan agar semakin semiki lincah menghadapi perubahan yang ada.

"Ingin semacam yang sering saya lihat di youtube, 'company almost without rule', sama 'government almost without rule'. Semakin sedikit regulasi perusahaan itu semakin lincah. Semakin dikit aturan Negara semakin lincah memutuskan perubahan yang dihadapi," katanya. 

Baca juga: Mari Pangestu: Perlu revolusi mental masuki revolusi industri

Baca juga: Menristek: perubahan memasuki revolusi industri harus terintegrasi


 

Pewarta: Joko Susilo
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Presiden bantah UU baru lemahkan KPK

Komentar