counter

DKI akan audit status lahan Perumahan Pesona Kalisari

DKI akan audit status lahan Perumahan Pesona Kalisari

Pemandangan salah satu batas Perumahan Pesona Kalisari (kanan lebih tinggi) dan warga perkampungan (kiri lebih rendah), Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (27/11/2018). (ANTARA News/Ricky Prayoga)

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengaudit status lahan Perumahan Pesona Kalisari, Jakarta Timur, yang berada di atas perkampungan warga sekitar, menyusul bencana longsor yang menimpa garasi satu unit rumah di RT 007/RW 005 kompleks tersebut atas nama Syarifudin.

"Di tempat ini akan kami cek status lahannya. Berdasarkan ketua RT, ini adalah lahan hijau yang tidak seharusnya dibuat bangunan, karena ada ketinggian tanah dengan perbedaan signifikan dengan permukiman warga lainnya. Yang di atas adalah lahan hijau yang tidak seharusnya ada bangunan," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di lokasi kejadian, Selasa.

Karena alasan lahan hijau tersebut, dia merasa yakin rumah-rumah yang ada dan terletak di atas dinding batu setinggi empat hingga enam meter tidak memiliki surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Jadi ini adalah bangunan-bangunan yang dibangun tanpa izin dan tidak memperhitungkan kekuatan struktur bahkan kalau lihat, di situ ada tandanya di lokasi longsor bawahnya itu saluran air besar yang menggerus terus menerus akhirnya longsor," ujarnya.

Tentang zona lahan hijau yang dia ungkapkan sendiri didukung oleh apa yang diungkapkan Lurah Kalisari Suwindarto yang menyebut wilayah tersebut mulai marak pembangunan sejak 2002 lalu.

"Jadi itu sebelum saya di sini (menjabat lurah), zonasinya memang ini jalur hijau, lalu 2019 rencananya akan dijadikan zona pemukiman. Karena kalaupun tidak diusulkan pun sudah terlalu banyak pemukiman kan. Namun pesan pak gubernur tadi harus ada pemeriksaan lagi mengenai bangunan yang ada tepat di atas dinding penyangga ini memperhitungkan bahaya," katanya.

Kendati akan dilakukan audit dan pemeriksaan keamanan strktur bangunan, pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terlebih dulu melakukan perbaikan dan pembangunan kembali dinding penyangga yang longsor tersebut dengan target pengerjaan satu bulan, sebelum dilakukan pengecekan kekuatan dinding tersebut.

"Dan jika dalam audit, bila ketahuan tempat ini adalah tempat yang beresiko yang memang hampir pasti demikian. Maka bangunan-bangunan itu harus dibongkar. Karena jika tidak maka beresiko. Jadi yang tinggal disitu punya pilihan, pilihannya adalah kejadian seperti ini dan lebih parah atau cari tempat lain yang lebih aman," ujarnya.

Warga perkampungan di bawah perumahan tersebut juga banyak yang bersaksi bahwa lahan tersebut dulunya adalah jalur hijau dan sudah rahasia umum bahwa izin pembangunan untuk lokasi itu tidak keluar hingga akhirnya pengembang menjualnya dengan sistem tanah kavling. Karena penjualan per kavling tersebut, pemilik lahan baru akhirnya membangun sendiri-sendiri dengan fondasinya.

Kendati dari pantauan, di wilayah tersebut banyak rumah yang berdiri di atas dinding penyangga dengan dibatasi hanya oleh jalan kecil bahkan bersebelahan dengan rumah penduduk di bawahnya, Baswedan belum mengetahui persis berapa rumah yang akan terkena pembongkaran jika harus terjadi demikian.

"Belum tahu persis, tetapi seluruh lahan ini, yang di atas itu, adalah lahan hijau. jadi kalau di sini lahan hijau ya tidak mungkin keluar izin. Karena itulah kenapa pengembang dulu tidak dapat izin. lalu akhirnya tidak jadi dibangun tapi dijual per kavling. Dan terbukti kan longsor di sini awalnya karena tanahnya berongga dan itu memang resikonya kenapa tidak diizinkan karena ada pertimbangan terlebih tempat seperti ini," ucap dia.

Akan tetapi, Syarifudin, pemilik rumah yang garasinya terkena longsoran,  menyatakan dirinya memiliki IMB dan sertifikat lengkap mengenai tanah dan bangunan yang dibelinya sekitar tahun 2008 tersebut dalam kondisi sudah jadi.

Namun ketua RT 007/RW 005 tersebut menyatakan dirinya akan mengikuti kebijakan dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dia yakini yang terbaik walaupun harus membongkar bangunan tempat tinggalnya tersebut.

"Saya ikut kebijakan saja yang terbaik dari Pemprov, kalau mau dibongkar yasudah, lnsyallah ada rezeki lain, yang penting saya memikirkan juga untuk keselamatan yang lainnya, keluarga juga kan tinggal di sini saya rasa sudah gak aman," kata Syarifudin yang mengaku keluarganya diungsikan ke tetangga untuk sementara waktu.

Diketahui, akibat hujan deras yang melanda ibu kota, Senin (26/11), longsor terjadi di Kompleks Pesona Kalisari, RT 007/05, Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, sekitar pukul 12:45 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun, longsor itu menyebabkan satu rumah di bagian garasinya rusak dan dua unit sepeda motor yang terparkir dalam garasi ikut terbawa dan tertimbun longsor. 
 
Petugas membersihkan puing-puing longsor di Perumahan Pesona Kalisari, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (27/11/2018). (Antara/Ricky Prayoga)

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Distribusi air bersih Kemen PUPR di lokasi banjir Sigi

Komentar