Jakarta (ANTARA News) - Perwakilan dari negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam, Filipina, Myanmar, Singapura, Laos, Kamboja, dan Brunei Darussalam berbagi informasi dan pengalaman mengenai pencegahan dan pengendalian penyakit kelainan darah bawaan thalassemia dalam satu forum internasional yang berlangsung di Jakarta.

"Mudah-mudahan dari pertemuan ini menghasilkan rekomendasi pada Kementerian Kesehatan," kata Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Pelayanan Prof Akmal Taher usai membuka forum internasional tentang thalassemia di gedung Kementerian Kesehatan Jakarta, Rabu.

Forum itu merupakan bagian dari kerja sama negara negara ASEAN guna meningkatkan kewaspadaan terhadap thalassemia dan berbagi informasi dan pengalaman mengenai praktik terbaik dalam pencegahan dan pengendalian thalassemia.

Akmal menyebutkan bahwa di Indonesia pembiayaan penanganan penyakit thalassemia dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sudah berada pada urutan kelima dalam daftar penyakit dengan pembiayaan terbesar setelah penyakit jantung, stroke, diabetes, dan cuci darah.

Pembiayaan untuk penanganan thalassemia sepanjang periode 2014-2017 mencapai Rp1,8 triliun, dan itu hanya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien melalui transfusi darah dan tindakan lain, bukan untuk pengobatan.

Menurut Akmal langkah paling tepat untuk mengendalikan prevalensi thalassemia yang terus meningkat setiap tahun ialah dengan skrining untuk mengetahui gen pembawa sifat yang bisa diwariskan pada keturunannya. Namun sampai saat ini skrining thalassemia belum banyak dilakukan dan hanya bersifat sukarela.

Akmal mengatakan para pemangku kepentingan terkait perlu merumuskan kebijakan bersama untuk mencegah peningkatan prevalensi thalassemia yang juga akan meningkatkan beban biaya program JKN.

Thalassemia merupakan kelainan darah merah bawaan akibat berkurang atau tidak diproduksinya rantai protein (globin) pembentuk Hb utama. Penyandang thalassemia membutuhkan transfusi darah dan pengobatan terus menerus sepanjang hidupnya. Kelainan ini dapat dihindari melalui penecegahan perkawinan antara pembawa sifat thalassemia, yang bisa diketahui dari pemeriksaan darah.

Baca juga:
Kasus thalassemia meningkat karena minim pemahaman
Sadari bahaya thalassemia

 

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2018