Pemerintah targetkan tripel eliminasi HIV-Sifilis-Hepatitis B

Pemerintah targetkan tripel eliminasi HIV-Sifilis-Hepatitis B

HIV/AIDS (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menargetkan tripel eliminasi penyakit menular yang mudah ditularkan oleh ibu kepada anaknya dalam kandungan yaitu HIV, sifilis, dan hepatitis B hingga 2022.

"Kemenkes menargetkan pada 2022 90 persen ibu hamil dapat diperiksa atau deteksi dan 90 persen ibu hamil diobati," kata Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan Eni Gustina di Jakarta, Rabu.

Program tripel eliminasi pada 2022 ialah dengan indikator berupa infeksi baru HIV, sifilis, dan hepatitis B pada anak kurang dari atau sama dengan 50 per 100 ribu kelahiran hidup.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan saat ini, infeksi HIV, sifilis, dan hepatitis B pada anak lebih dari 90 persen tertular dari ibunya.

Prevalensi penyakit tersebut pada ibu hamil berturut-turut sebesar 0,3 persen; 1,7 persen; dan 2,5 persen. Risiko penularan tiga penyakit tersebut dari ibu hamil pada jabang bayinya berturut-turut adalah 20-45 persen, 69-90 persen, dan hepatitis B lebih dari 90 persen.

Risiko penularan begitu tinggi karena terjadi pada ibu hamil yang terinfeksi virus menularkannya melalui plasenta pada bayi dalam kandungan.

Secara umum penularan tiga penyakit tersebut memiliki pola yang sama yaitu melalui hubungan seksual, pertukaran atau kontaminasi darah, dan secara vertikal dari ibu ke anak.

Kementerian Kesehatan, kata Eni, mengupayakan berbagai strategi program seperti meningkatkan akses dan kualitas layanan bagi ibu hamil, ibu menyusui dan bayi atau anak sesuai standar, meningkatkan peran fasilitas pelayanan kesehatan dalam penatalaksanaan yang diperlukan untuk eliminasi penularan.

Selain itu juga meningkatkan penyediaan sumber daya di bidang kesehatan, meningkatkan jejaring kerja dan kemitraan serta kerja sama linstas program dan lintas sektor, dan meningkatkan peran serta masyarakat.

Ketua Yayasan Kemitraan Indonesia Sehat (YKIS) Prof Irwanto, PhD menjelaskan YKIS berfokus membangun upaya kemitraan dalam peningkatan kemampuan dan peran organisasi kemasyarakatan di bidang preventif dan promotif kesehatan. 

Pada konferensi pers program tripel eliminasi tersebut YKIS juga mengumumkan tujuh organisasi kemasyarakatan dari Jawa hinga Bali yang telah lolos seleksi proposal untuk mendapat dukungan dana YKIS untuk menjalankan kegiatan tripel eliminasi pada tahun 2018-2019. ***4***

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Evakuasi WNI kru Kapal Diamond Princess , perlu kajian mendalam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar