counter

Paduan suara IPB dan Unpad gelar konser kolaboratif

Paduan suara IPB dan Unpad gelar konser kolaboratif

Konser kolaboratif digagas Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Institut Pertanian Bogor Agria Swara dan PSM Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung yang berlangsung di Tan Siong Kie Hall ACS Jakarta. (ANTARA FOTO/HO-Agus Lelana/2018)

Konser ini merupakan terobosan baru dalam dinamika perkembangan paduan suara perguruan tinggi di Indonesia
Bogor (ANTARA News) - Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Institut Pertanian Bogor Agria Swara dan PSM Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung menggelar konser kolaboratif.

"Konser ini merupakan terobosan baru dalam dinamika perkembangan paduan suara perguruan tinggi di Indonesia," kata pembina PSM IPB Agria Swara, Dr drh RP Agus Lelana, SpMP, M.Si di Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Pergelaran konser Agria Swara IPB dan PSM Unpad, katanya, telah diselenggarakan di Tan Siong Kie Hall ACS Jakarta, akhir pekan lalu, yang dihadiri Rektor IPB Dr Arif Satria, SP, M.Si
 
Sebelum penampilan kolaboratif itu, PSM Unpad juga menggelar konser di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad Bandung, yang dihadiri Rektor Unpad Prof Dr Med. Tri Hanggodo Achmad.

Agus Lelana berpendapat bahwa konser itu merupakan terobosan baru dengan tiga argumentasi. Pertama, dilaksanakan secara kolaboratif menembus kultur masing-masing kampus. Kedua, dihasilkan suatu konser inovatif dan berpotensi besar sebagai trend setter di Indonesia.  

Ketiga, menjadi inspirasi bagi pengembangan ekonomi kreatif di Tanah Air, sekaligus sebagai model penguatan kapasitas generasi muda dengan kemahiran abad ke-21.

Dalam konser yang mengusung tema "Choralescence A Masterpiece of Two Mellifluous Souls" itu, dihadirkan dua sesi, yakni pertama penampilan lagu klasik, dan kedua lagu kontemporer.

Lagu klasik yang disuguhkan di antaranya Laudate Dominum (Jakob Handl, 1550-1591), ImAbendrot (Gustav Mahler, 1960-1911), Talismane (Robert Schumann, 1810-18560), Hail Queen of Heaven (Richards Dubra), Nine Dawn Watercolours (Jaako Mantyjarvi), He Wishes For The Cloths of Heaven (Brandley Ellington), dan Crucifixus (Andrej Makor).

Sedangkan, lagu kontemporer di antaranya Puing (H Simanungkalit), Karena Kau Ada (Farman Purnama),  Ikaw Ang Mahal Ko. (Arr George G Hernandez), Misty (arr: Enroll Garner), Anthem (Benny Anderson, Tim Rice & Bjorn Ulvaenus), Bellas Finale (Art Deke Sharon), Sumpah Pemuda (El Kindangen), Zikr (Arr. Ethan Sperry), Kruhay (Benny F Castilon), serta lagu Let It Be (R Cayabyab & M  Soliman). 

Ketua PSM IPB Agria Swara Yonathan Arderian M menjelaskan konsep kolaborasi ini merupakan gagasan yang sudah ada sejak lama antara pihaknya dengan PSM Unpad. "Karena kedua PSM berada di bawah asuhan pelatih yang sama, yaitu Arvin Zeinullah," katanya. 

Sementara itu, Ketua PSM Unpad Ahmad Aldi Purnama menambahkan selain lagu klasik, juga dinyanyikan lagu kontemporer dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. 
      
"Kesulitan itu dapat ditembus, karena kedua PSM ini sudah tertempa dengan baik dan memiliki reputasi prestasi internasional yang tidak diragukan lagi," katanya.


Baca juga: Paduan Suara IPB Juara Dunia di Italia

Baca juga: Paduan suara Unpad tampil di Hongaria

Baca juga: PSM IPB juara pertama kompetisi koor internasional di Irlandia



 

 

Pewarta: Andi Jauhary
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar