counter

Putin: tak ada pembicaraan dengan Ukraina mengenai pembebasan pelaut

Putin: tak ada pembicaraan dengan Ukraina mengenai pembebasan pelaut

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Bozoglu/Pool via Reuters)

Buenos Aires (ANTARA News) - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Sabtu, tak ada pembahasan dengan Ukraina mengenai kemungkinan pembebasan para pelaut Ukraina yang ditahan bersama dengan kapal-kapal mereka Rusia bulan lalu.

Putin berbicara dengan wartawan di sela konferensi tingkat tinggi Kelompok 20 (G20) di Buenos Aires. Rusia menolak seruan-seruan internasional agar membebaskan tiga kapal angkatan laut Ukraina, yang kapal-kapal patroli perbatasannya tembak dan sita di selat dekat Krimea --wilayah yang dicaplok Rusia akhir pekan lalu.

Moskow menuding 24 pelaut tersebut melintasi perbatasan Rusia secara tidak sah.

Putin mengatakan, ia tidak akan memberlakukan pembatasan atas para warga Ukraina yang masuk ke Rusia sebagai balasan setelah Kiev memberlakukan larangan atas para pria Rusia yang berusia 16 hingga 60 tahun memasuki wilayahnya.

Setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana pertemuan dengan Putin di KTT G20, menyebut ketegangan militer dengan Ukraina sebagai alasan, pemimpin Rusia itu mengatakan tak ada prasyarat untuk pembicaraan bilateral di masa mendatang.

"Sangat disayangkan kami tak berhasil mengadakan pertemuan lengkap, yang sudah lama dinanti-nantikan," kata Putin, menambahkan bahwa isu-isu stabilitas strategis akan menjadi sangat penting."

Putin dan Trump bertemu singkat di sela KTT G20 pada Jumat, kata pembantu Kremlin Yuri Ushakov. Pemerintah Trump telah menuduh Rusia tidak mematuhi perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) yang sudah berlaku 31 tahun dan pihaknya akan keluar dari perjanjian itu. Kremlin membantah melanggar perjanjian tersebut.

"Ini terkait dengan isu stabilitas strategis, khususnya setelah presiden (Trump, red) menyatakan keinginannya menarik diri dari perjanjian peluru kendali INF," kata Putin.

Baca juga: Pemimpin Ukraina tuduh Putin incar seluruh negaranya


Sumber: Reuters
Editor: Mohamad Anthoni

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar