counter

Jalan terdampak likuifaksi di Sigi sudah bisa dilalui kendaraan

Jalan terdampak likuifaksi di Sigi sudah bisa dilalui kendaraan

Arsip Foto. Ruas jalan di Desa Jono Oge, Kabupaten Sigi, pada Kamis (4/10/2018). Desa Jono Oge termasuk area yang terdampak likuifaksi menyusul gempa besar yang melanda wilayah Palu, Donggala dan Sigi di Sulawesi Tengah pada 28 September 2018. (ANTARA/Aditya Ramadhan)

Sigi, Sulawesi Tengah (ANTARA News) - Jalan provinsi penghubung Desa Jono Oge dan Sidera di Kabupaten Sigi, yang sebelumnya terputus akibat gempa bumi dan likuifaksi, kini sudah bisa dilewati semua jenis kendaraan bermotor.

"Sudah sepekan terakhir ini, jalan itu sudah bisa dilalui semua jenis kendaraan bermotor," kata Bupati Sigi Moh Irwan Lapata di Sigi, Senin.

Ia menambahkan sebelumnya meski sudah diperbaiki jalanan itu baru bisa dilewati sepeda motor saja, namun sekarang mobil juga sudah bisa melintasinya.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekronstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sigi Gayus Sampe mengatakan perbaikan jalan itu baru berupa pengerasan tanah.

"Tetap akan diaspal," kata dia mengenai perbaikan lanjutan jalan tersebut.

Selama jalan penghubung Jono Oge dan Sidera putus, sepeda motor maupun mobil, termasuk kendaraan pengangkut bantuan untuk korban gempa dan likuifaksi dari arah Palu menuju Palolo dan Napu, harus melewati jalur alternatif Dolo dan Pombewe. Dan sementara jembatan di jalur itu diperbaiki, kendaraan harus melewati sungai.

Bupati Sigi mengatakan pulihnya akses jalan di lokasi terdampak likuifaksi Desa Jono Oge dan Sidera akan mempercepat proses pemulihan ekonomi di daerah itu.

Gempa yang memicu likuifaksi pada 28 September berdampak pada 13 dari 15 kecamatan di Kabupaten Sigi, menimbulkan kerusakan permukiman, bangunan umum, jalan, jembatan, serta jaringan listrik dan telekomunikasi.

Baca juga: Jalan lokasi likuifaksi di Sigi dibuka lagi
 

Pewarta: Anas Masa
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar