counter

Pemerintahan Jokowi dinilai lebih siap jawab kedaulatan pangan

Pemerintahan Jokowi dinilai lebih siap jawab kedaulatan pangan

Pembina HPN PW Jawa Barat sekaligus pemberdaya UMKM, Ayep Zaki. (ANTARA News/HO)

Jakarta (ANTARA News) - Pembina Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) PW Jawa Barat sekaligus pemberdaya UMKM, Ayep Zaki, menilai pemerintahan Presiden Joko Widodo lebih siap menjawab kedaulatan pangan.

"Jika kita lihat, apa yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo untuk menuju ke kedaulatan pangan, itu sudah jelas, dan itu fakta. Dan Pak Jokowi punya tim yang siap untuk menjawab program kedaulatan pangan itu," tuturnya dalam keterangan resmi yang diperoleh, di Jakarta, Senin.

Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa sebagai fakta sementara hari ini, yang pertama, Pak Jokowi telah membenahi infrastruktur, dan kedua, SDM-nya nanti ditingkatkan.

"Pak Jokowi punya tim yang belum dimunculkan ke permukaan, tim yang siap membangun kedaulatan pangan dalam tempo waktu 3 sampai lima tahun. Fakta-fakta di lapangan telah menunjukkan itu. Sebagai contoh di Kabupaten Buruh, Maluku dan sejumlah titik di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sudah ada pembangunan kedaulatan pangan itu. Di Solok, Sumatera Barat, sudah dalam tahapan uji coba dan pelaksanaan kedaulatan pangan ini," jelasnya.

Menurut dia, kedaulatan pangan ini ditunjukan dengan meningkatnya produksi dari hasil pertanian itu sendiri, ini merupakan tahap pertama. Tahap kedua itu, nanti menyangkut masalah regulasi, hasil panen, dan lain sebagainya.

Dia memandang bahwa dalam tahapan pertama ini, bagaimana tanaman ini di atas tanah satu hektar, menghasilkan produksi yang melimpah. "Contoh, kita tidak bisa bicara kedaulatan pangan, jika satu hektar hanya menghasilkan 5 ton gabah saja. Jika kita mau bicara soal kedaulatan pangan, per hektar ini harus meningkat," kata dia. 

"Standard kita, minimal dengan bibit yang ada, varietas yang ada, per hektar minimal menghasilkan tujuh ton. Dan fakta saat ini varitas yang ada, kita baru bisa menghasilkan lima ton gabah. Itu harus ditingkatkan menjadi tujuh ton dengan varitas yang ada, tetapi apa bila ada varietas yang baik, produksi gabah kita bisa sampai 14 ton," kata dia.

"Dan yang saya bicarakan ini adalah bukti, jika kita berhasil dalam padi, kita akan berhasil juga pada jenis tanaman pangan yang lainnya, karena secara prinsip sama perlakuannya. Produksi jagung, produksi kopi, produksi coklat, dan sayuran yang lain, akan juga naik produktifitasnya, karena itu semua adalah mata rantai, satu kesatuan yang sama," ujarnya.

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

MUI dorong gerakan nasional kedaulatan pangan

Komentar