counter

Kementerian: Ukraina mulai kembali kirimkan bijian-bijian dari Laut Azov

Kementerian: Ukraina mulai kembali kirimkan bijian-bijian dari Laut Azov

Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengikuti upacara peringatan Hari Berkabung dan Berdoa bagi korban Perang Dunia II di Makam Pahlawan Tak Dikenal di Kiev, Ukraina, Senin (22/6/15). (REUTERS/Ukrainian Presidential)

Kiev (ANTARA News) - Ukraina telah mulai kembali pengapalan bijian-bijian dari Laut Azov yang sempat dihalangi selama sekitar 10 hari setelah kebuntuan militer antara Ukraina dan Rusia di Selat Kerch, kata Kementerain Pertanian Ukraina pada Selasa.

"Pelayaran kapal-kapal yang membawa produk-produk pertanian melalui pelabuhan-pelabuhan di Laut Azov sudah tak lagi dihalangi. Pemuatan biji-bijian ke kapal-kapal melalui pelabuhan-pelabuhan Mariupol dan Berdysanks pulih dan dilakukan seperti biasa," kata kementerian itu dalam pernyataannya.

Dua pelabuhan Ukraina di Laut Azrov, Berdyansk dan Mariupol, secara nyata ditutup Rusia karena kapal dilarang keluar dan masuk, demikian Menteri Prasarana Ukraina, Volodymyr Omelyan, pada Kamis (29/11), demikian Reuters melaporkan.

Secara keseluruhan, 35 unit kapal dicegah melakukan kegiatan biasa dan hanya kapal menuju pelabuhan Rusia di Laut Azov diizinkan masuk, katanya di Facebook.

Baca juga: Pemimpin Ukraina tuduh Putin incar seluruh negaranya

Baca juga: Politisi Eropa serukan sanksi baru terhadap Rusia terkait Ukraina


"Tujuannya sederhana, dengan menutup pelabuhan Ukraina di Laut Azov, Rusia berharap mengusir Ukraina dari wilayah kami, yang menjadi milik kami sesuai dengan semua hukum antarbangsa," katanya.

Omelyan menyatakan 18 unit kapal menunggu masuk ke Laut Azov, yakni empat dengan tujuan Berdyansk dan 14 ke Mariupol. Terdapat juga barisan sembilan kapal akan meninggalkan Laut Azov dan delapan kapal lain berdiam di dekat dermaga pelabuhan itu.

Gandum dan baja menguasai pengiriman di bandar Azov.

Rusia menahan tiga kapal angkatan laut Ukraina dan awaknya pada Minggu di dekat semenanjung Krimea, yang dikuasai Moskow pada 2014, atas yang dikatakannya masuk secara gelap ke perairan Rusia. Tuduhan itu dibantah Ukraina.

Penyitaan kapal angkatan laut itu memicu ketegangan ke tingkat tertinggi sejak 2015, ketika pemberontak dukungan Moskow melawan pemerintah Kiev di wilayah Donbass timur, yang memicu perang dan menewaskan puluhan ribu orang.

Editor: M. Irfan Ilmie

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar