counter

Anggota Brimob tertembak saat kontak senjata dengan KKSB

Anggota Brimob tertembak saat kontak senjata dengan KKSB

Aparat gabungan membawa anggota Brimob yang terluka karena tertembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena, Rabu (5/12/2018). Hingga kini aparat gabungan masih berusaha mengatasi KKB yang diduga telah menewaskan 31 karyawan PT Istika Karya saat melakukan pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra/wsj.

Jayapura (ANTARA News) - Bharatu Wahyu, anggota Brimob Kelapa Dua Jakarta, tertembak saat kontak senjata pasukan gabungan Polri dan TNI dengan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Yigi, Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, Rabu.

Kabid Humas Polda Papia Kombes Pol Ahmad Kamal mengatakan anggota Brimob itu terluka di bagian tangan saat kontak tembak dengan KKSB ketika tim gabungan hendak mengevakuasi jenazah Sertu Handoko, anggota Yonif 755/Yalet asal Merauke.

"Kondisi korban stabil dan saat ini dirawat di RSUD Wamena setelah dievakuasi menggunakan helikopter," kata Kamal kepada Antara di Jayapura melalui telepon selulernya.

Ketika ditanya tentang evakuasi jenazah karyawan PT Istaka Karya, Kamal yang mengaku berada di Wamena mengatakan belum dapat dilakukan karena berbagai faktor penyebab.

"Upaya evakuasi akan dilanjutkan Kamis (6/12), setelah aparat keamanan berhasil menguasai kawasan itu (kawasan yang dikuasai KKSB)," kata Kamal.

Tercatat 25 karyawan PT Istaka yang mengerjakan pembangunan jembatan di Distrik Yall yang tersebar di Kali Yigi dan Kali Aurak, dan 19 orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

Empat orang berhasil melarikan diri ke Mbua dan saat ini dirawat di RSUD Wamena serta dua lainnya belum diketahui nasibnya.

Pada Minggu (2/12), KKSB menyerang karyawan PT Istaka dan membunuh mereka baik yang ada di Kali Yigi maupun Kali Aurak, Distrik Yall, Kabupaten Nduga.

Kini, aparat gabungan TNI/Polri sedang berupaya mengevakuasi jenasah para korban dari Kali Yigi dan sekitar Gunung Tabo.

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar