Menteri luar negeri sebut demokrasi bawa kemakmuran

Menteri luar negeri sebut demokrasi bawa kemakmuran

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi (kanan), berdialog dengan seorang pelajar yang mengikuti Bali Democracy Students Conference ke-2, di Nusa Dua, Rabu malam (5/12/2018). (ANTARA News/Yashinta Difa)

Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menyatakan, penerapan nilai-nilai demokrasi dapat membawa sebuah bangsa menuju kemakmuran.

Pernyataan itu didukung dengan sejumlah studi di antaranya Indeks Demokrasi yang dirilis Economist Intelligence Unit (EIU) Inggris yang menunjukkan korelasi positif antara demokrasi dan peningkatan kemakmuran suatu negara. 

Sementara itu, sebuah studi dari World Economic Forum (WEF) mengidentifikasi bahwa demokrasi memiliki dampak positif terhadap reformasi ekonomi dan investasi, peningkatan kapasitas pemerintah, serta pencegahan konflik sosial.

"Berdasarkan pengalaman Indonesia, demokrasi yang inklusif memungkinkan perkembangan ekonomi dan penyediaan ruang untuk inovasi dan kreativitas," ujar dia, dalam Bali Democracy Students Conference (BDSC) ke-2 yang diselenggarakan di Nusa Dua, Rabu malam.

BDSC, yang diikuti 138 pelajar dari 57 negara, termasuk rangkaian acara Bali Democracy Forum (BDF) ke-11 dengan tema "Demokrasi dan Kemakmuran".

Dalam kesempatan itu, Marsudi menjelaskan, demokrasi akan mendorong seseorang untuk lebih inovatif dan kreatif, dua aspek yang sangat penting untuk perkembangan ekonomi di masa depan.

Hal ini dapat dilihat dari prestasi Indonesia yaitu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan rata-rata di atas lima persen, peningkatan peringkat kemudahan berusaha dari 91 menjadi 72 pada 2018 serta indeks persaingan global dari 114 menjadi 36, dan peningkatan daya saing infrastruktur. 

Saat ini semua lembaga pemeringkat investasi besar telah menjadikan Indonesia sebagai negara investment grade. Diperkirakan juga bahwa pasar e-commerce Indonesia akan mencapai 130 juta dolar AS pada 2020, terbesar ketiga di Asia setelah China dan India.

Bahkan pada 2019, Indonesia akan memiliki lima usahawan rintisan unicorn yang masing-masing bernilai satu miliar dolar AS.
"Ekonomi kreatif adalah masa depan ekonomi," tutur Marsudi.

Generasi muda, menurut dia, adalah jantung inovasi yang menjadi sumber baru kemakmuran ekonomi karena keahlian mereka di bidang teknologi informasi dan komunikasi digital.

"Dalam hal ini, peran anak muda bukan hanya menjadi agen perubahan atau perdamaian, tetapi juga agen kemakmuran," ujar dia,  di hadapan ratusan pelajar berbagai negara yang antusias mengikuti sesi diskusi dengannya. 

Baca juga: Indonesia selenggarakan Bali Democracy Forum Ke-11

Baca juga: Kontribusi ekonomi kreatif meningkat Rp100 triliun per tahun

Baca juga: Industri kreatif dan digital Indonesia menguatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia

Baca juga: Sekjen PBB apresiasi BDF sampaikan nilai-nilai demokrasi


 

Pewarta: Yashinta Pramudyani
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Prabowo & Retno sepakati pertukaran informasi intelijen dengan Australia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar