counter

Menlu Australia sampaikan keprihatian terhadap insiden Nduga

Menlu Australia sampaikan keprihatian terhadap insiden Nduga

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne saat pertemuan bilateral disela kegiatan Bali Domocracy Forum 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12/2018). Pertemuan tersebut untuk memperkuat kerja sama kedua negara. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/ama.)

Nusa Dua (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne menyampaikan duka cita dan keprihatian atas penembakan warga sipil oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Pernyataan tersebut disampaikan Payne saat bertemu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, di sela-sela penyelenggaraan Bali Democracy Forum ke-11 di Nusa Dua, Bali, Kamis.

"Saya turut berbelasungkawa kepada keluarga para pekerja yang tewas di Papua," kata Payne.

Payne berharap peristiwa tragis tersebut dapat diselidiki secara serius dan menyeluruh.

Sebanyak 19 pekerja proyek pembangunan jalan Trans Papua tewas akibat serangan KKB pada 2 Desember lalu.

Selain itu, KKB juga menyerang Pos TNI di Mbua dan menewaskan satu personnel TNI.

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengatakan masalah kesejahteraan menjadi pemicu tindak kekerasan di Papua.

"Akar masalah utama dari aksi kekerasan bersenjata oleh kelompok-kelompok ini terutama karena memang masalah pembangunan, masalah kesejahteraan," kata Tito usai mendampingi Presiden Joko Widodo dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12).

Menurut Tito, pembangunan infrastruktur yang agak terlambat karena geografis yang sulit diduga memicu kelompok-kelompok yang tidak sabar untuk menampilkan eksistensi mereka.

Kendati demikian, pemerintah saat ini terus melakukan pembukaan akses jalan Trans Papua sepanjang 4.600 kilometer.

Baca juga: Pembangunan Jembatan Yigi segera dilanjutkan

Baca juga: Evakuasi 15 jenazah karyawan Istaka Karya dari Yigi

Baca juga: LSM dorong peningkatan keamanan pekerja Papua

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar