counter

Polisi akan periksa artis "endorse" kosmetik ilegal

Polisi akan periksa artis "endorse" kosmetik ilegal

Ilustrasi kosmetik palsu.(ANTARA/FANNY OCTAVIANUS)

Surabaya (ANTARA News) - Kepolisian Daerah Jawa Timur akan memeriksa sejumlah artis yang diduga menjadi endorse produk kosmetik ilegal bermerek DSC (Derma Skin Care) Beauty pada minggu depan.

"Minggu depan kami memanggil artis yang menjadi endorse dari mulai NK, VV dan sebagainya," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim Surabaya, Kamis.

Barung mengatakan, sejumlah artis itu akan dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi kasus kosmetik ilegal yang dinyatakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berbahaya dan mengandung merkuri.

"Mereka tidak tahu kok itu legal atau tidak. Tapi kami akan periksa yang bersangkutan apakah tahu produk itu ilegal atau tidak. Kalau mereka tahu berarti sengaja menyebarkan produk ilegal," ujar Barung.

Sebelumnya Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan mengatakan, setidaknya ada enam artis, yakni VV, NR, MP, NK, DJB dan DK yang menjadi endorse produk kosmetik ilegal dengan merek DSC Beauty dari Kediri yang tidak terdaftar di BPOM.

Polisi mengamankan satu tersangka berinisial KIL. Selama dua tahun KIL memproduksi kosmetik menggunakan bahan untuk campuran dari sejumlah merek terkenal, antara lain, Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Sabun Papaya, Vivo Lotion, Vasseline, Sriti dan lain-lain.

Tersangka KIL juga menjual produknya dengan banderol mulai dari Rp350.000 hingga Rp500.000 per paketnya. Dalam sebulan, tersangka mampu menjual sebanyak 750 paket dengan wilayah penjualan mulai dari Surabaya, Jakarta, Bandung, Medan dan Makassar.

Dalam perkara ini, tersangka dijerat Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

Baca juga: Polda Jateng bongkar peredaran kosmetik palsu

Baca juga: BPOM sita kosmetik ilegal senilai Rp13,5 miliar dari Asemka

Pewarta: Indra Setiawan/Willy Irawan
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar