counter

Pemerintah optimistis penyaluran KUR 2018 capai Rp120 triliun

Pemerintah optimistis penyaluran KUR 2018 capai Rp120 triliun

Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan) dan Gubenur Jawa Tengah (kiri) meninjau demplot peternakan sapi di Desa Kebonagung, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, seusai acara Peluncuran KUR Khusus untuk Peternakan Rakyat dan BUMN Hadir Untuk Negeri, Kamis (6/12/2018) (subagyo)

Kami yakin hingga akhir tahun ini (penyaluran) KUR akan mencapai Rp120 triliun dan tahun depan diperkirakan meningkat menjadi Rp140 triliun

Surakarta (ANTARA News) - Pemerintah optimistis penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR selama tahun 2018 ini mencapai Rp120 triliun.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah, Kamis, mengatakan selama Januari hingga Oktober 2018, penyaluran KUR mencapai Rp113 triliun dan permintaannya
terus meningkat semenjak suku bunga skema kredit itu ditetapkan sebesar tujuh persen.

"Kami yakin hingga akhir tahun ini (penyaluran) KUR akan mencapai Rp120 triliun dan tahun depan diperkirakan meningkat menjadi Rp140 triliun," ujar Darmin saat peluncuran KUR Khusus
untuk Peternakan Rakyat dan BUMN Hadir untuk Negeri di Desa Kebon Agung Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Wonogiri.

Dalam acara yang juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tersebut, Darmin menyebutkan saat ini
program KUR yang ditawarkan semakin banyak dibandingkan pada saat pertama kali diluncurkan tahun 2007.

Pada awalnya KUR sektor pertanian hanya untuk tanaman pangan dan hortikultura
namun saat ini diperluas untuk peternakan dan perkebunan.

Selain itu, lanjutnya, suku bunga sejak 2015 hingga kini mengalami penurunan dari 12 persen menjadi 9 persen dan sejak 1 Januari 2018 kembali diturunkan menjadi  tujuh persen.

Pada kesempatan itu, Darmin mengungkapkan besar KUR untuk sektor produksi ke depan akan
diperbesar di mana pada saat ini hanya sebesar 40 persen dari pagu penyaluran, nantinya menjadi 50 persen bahkan hingga 60 persen, sedangkan selebihnya untuk sektor perdagangan.

Sementara itu pada kesempatan itu KUR Khusus untuk Peternakan Rakyat yang disalurkan bagi peternak di Jawa Tengah sebesar Rp8,9 miliar dan diberikan kepada 69 anggota kelompok peternakan
rakyat.

Bank yang ditunjuk untuk menyalurkan KUR Khusus peternakan rakyat tersebut yakni BRI, BNI, Bank Mandiri dan Bank Jateng dengan offtaker PT Widodo Makmur Perkasa dan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Pengayom Tani Sejagat.

Terkait keluhan masyarakat mengenai masih sulitnya mereka mengakses KUR, Darmin meminta perbankan mempermudah warga dalam memperoleh kredit usaha tersebut.

"Kepada bank kami minta agar tidak mencari-cari alasan agar petani tidak mendapatkan KUR. Jangan karena tidak punya KTP jadi alasan tidak mendapatkan KUR, bantu mereka dapat KTP,"
katanya.

Sementara itu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan perlunya akses permodalan dan pendampingan untuk petani maupun peternak rakyat.

Menurut dia, delapan wilayah di Jateng, salah satunya Wonogiri, siap dikembangkan sebagai sentra peternakan sapi yang nantinya akan dilakukan kerja sama pelatihan untuk peternak sapi
dengan Australia.

"Wonogiri ini nanti akan dijadikan salah satu sentra dan model peternakan sapi di Indoensia. Untuk pasar tidak perlu kuatir karena Jakarta siap menampung berapapun hasilnya," ujar mantan anggota DPR RI itu. 

Baca juga: Pemerintah beri penghargaan pemangku kepentingan KUR

Baca juga: Realisasi KUR produksi capai 44 persen

Baca juga: Realisasi KUR hingga November capai Rp91,3 triliun

Pewarta:
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar