PBNU katakan pembunuhan pekerja di Papua kejahatan kemanusiaan

PBNU katakan pembunuhan pekerja di Papua kejahatan kemanusiaan

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini (tengah) dalam jumpa persnya di Jakarta, Senin (3/12/2018). (Anom Prihantoro)

Jakarta (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Helmy Faishal Zaini, mengatakan, pembunuhan para pekerja jalan dan jembatan di Kabupaten Nduga, Papua, merupakan kejahatan kemanusiaan yang sangat serius.
   
"Ini merupakan kejahatan kemanusiaan yang sangat keji. Jelas sekali melanggar HAM," kata Helmy dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis.
   
Diberitakan, sebanyak 31 pekerja proyek jalan Trans Papua yang sedang bekerja membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, diduga dibunuh kelompok bersenjata, diduga terjadi pada Minggu malam (2/12).
   
Polda Papua menduga sebanyak 24 orang dibunuh di hari pertama, delapan orang yang berusaha menyelamatkan diri di rumah anggota DPRD, tujuh di antaranya dijemput dan dibunuh KKB dan satu orang belum ditemukan.
   
Atas hal itu, dia meminta pihak-pihak terkait, terutama pemerintah pusat juga kepala daerah, kepala distrik, kepala kampung, DPR, juga tokoh masyarakat di sana untuk saling bekerja sama dengan pihak aparat keamanan untuk segera menyelesaikan dan mencari akar persoalan ini.
   
"Harus diusut dengan tuntas. Sebab tugas negara adalah melindungi nyawa rakyatnya," katanya. 

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

NU berdayakan masyarakat buat masker tangani COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar