counter

Museum Perkebunan II diresmikan

Museum Perkebunan II diresmikan

Perwakilan Museum Rotterdamsche Llyod Heritage Centre, Ed Van De Leider (kiri) memperlihatkan miniatur kapal MS Willem Ruys milik perusahaan Rotterdam Lloyd Belanda, ketika peresmian Museum Perkebunan Indonesia II, di Medan, Sumatera Utara, Kamis (6/12/2018). Dalam peresmian museum perkebunan tersebut pihak museum Rotterdamsche Llyod Heritage Centre Belanda memberikan hibah sebanyak 75 artefak koleksi benda sejarah tentang transportasi perkebunan Indonesia pada zaman kolonial pemerintahan Belanda. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/hp.

Medan (ANTARA News) - Museum Perkebunan II Indonesia, Kamis, diresmikan di Medan yang berada di Gedung Badan Kerja Sama Perusahaan Perkebunan Sumatera (BKSPPS-AVROS) di Jalan Pemuda/Palang Merah Medan.

"Museum Perkebunan II ini diharapkan bisa menjadi tempat pembelajaran bagi generasi muda khususnya tentang pernahnya Sumut jadi pusat investasi perkebunan dan termasuk menambah objek wisata di Kota Medan," ujar Ketua Dewan Pembina Museum Perkebunan Indonesia atau Musperin, Soedjai Kartasasmita di Medan, Kamis.

Peresmian Museum Perkebunan II di Medan yang dihadiri Chairman Royal Rotterdam Lloyd Museum Foundation, Ed ?H.C.M Van Lierde dan tokoh pertanian Indonesia, Bungaran Saragih yang pernah menjabat Menteri Pertanian.

Menurutnya, banyak koleksi di dalam museum itu, di antaranya disumbangkan Royal Rotterdam Lloyd dan Musperin.

Beberapa koleksi di Musem Perkebunan II Gedung BKSPPS AVROS itu antara lain bukti penggunaaan sidik jari sebagai data ratusan ribu karyawan perusahaan perkebunan dari Biro Dactyloscopi pada tahun 1939.

"Jadi belum masuk era digital, di Medan sudah ada penggunaaan data sidik jari," ujarnya.

Kemudian ada jam yang bunyinya di zaman dahulu terdengar dalam ratusan kilometer sehingga juga menjadi acuan waktu bagi masyarakat sekitar perusahaan.

Dia menjelaskan dengan dijadikannya bangunan Gedung BKSPPS yang sudah seratus tahun itu sebagai Museum Perkebunan, maka juga akan menambah dukungan terjaganya bangunan/gedung bersejarah di Medan.

 
Perwakilan Museum Rotterdamsche Llyod Heritage Centre, Ed Van De Leider (kanan) memperlihatkan miniatur kapal MS Willem Ruys milik perusahaan Rotterdam Lloyd Belanda, ketika peresmian Museum Perkebunan Indonesia II, di Medan, Sumatera Utara, Kamis (6/12/2018). Dalam peresmian museum perkebunan tersebut pihak museum Rotterdamsche Llyod Heritage Centre Belanda memberikan hibah sebanyak 75 artefak koleksi benda sejarah tentang transportasi perkebunan Indonesia pada zaman kolonial pemerintahan Belanda. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/hp.



Tokoh pertanian Bungaran Saragih menegaskan Museum Perkebunan II di Gedung BKSPPKS menunjukkan bahwa Sumut dulu berjaya dengan potensinya yang cukup besar termasuk tembakau.

"Kalau sekarang melemah khususnya di komoditas Tembakau diduga karena SDM (sumber daya manusia)nya melemah di sektor perkebunan," katanya.

Museum Perkebunan BKSPPS Itu diharapkan bisa kembali memotivasi generasi muda membangun Sumut melalui perkebunan.

Ketua Musperin, Sri Hartini mengatakan, sedikitnya ada 75 koleksi yang dihibahkan Royal Rotterdam Lloyd dan Musperin untuk Museum Perkebunan II itu.

Koleksi juga berasal dari PT Kereta Api Indonesia, PT Pelindo dan BMKG.

Musperin akan terus berupaya mengenalkan Museum Perkebunan II itu untuk semakin dikenal seperti yang sudah dirasakan di Museum Perkebunan I di kawasan Jalan Brigjen Katamso.

"Musperin sangat berterimakasih atas dukungan banyak pihak sehingga Museum Perkebunan II di Medan bisa diresmikan," ujarnya.

Museum Perkebunan II itu fokus menonjolkan pengembangan infrastruktur di masa lalu dan di masa depan.*



Baca juga: Indonesia miliki museum perkebunan di Medan

 

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar