counter

Menperin minta insinyur ciptakan inovasi Industri 4.0

Menperin minta insinyur ciptakan inovasi Industri 4.0

Menteri Perindustrian Airlangga Hartaro memberikan sambutan pada Kongres dan Dialog Nasional ke-XXI Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Padang, Kamis. (ANTARA News/ Biro Humas Kementerian Perindustrian)

Para insinyur adalah orang-orang yang kreatif dan inovatif, serta terbiasa menyelesaikan masalah. Jadi insinyur harus bisa menemukan peluang dan melahirkan inovasi di era digital saat ini

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai insinyur berperan penting dalam menyukseskan penerapan revolusi industri 4.0 di Indonesia melalui penguasaan teknologi terkini. 

Menurut dia,  para insinyur harus menciptakan inovasi sehingga sektor manufaktur nasional mampu berdaya saing global.

“Para insinyur adalah orang-orang yang kreatif dan inovatif, serta terbiasa menyelesaikan masalah. Jadi insinyur harus bisa menemukan peluang dan melahirkan inovasi di era digital saat ini,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Sementara peran pemerintah, lanjutnya, memberikan fasilitas dan kesempatan.

Airlangga menyampaikan hal itu pada Kongres dan Dialog Nasional XXI Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Padang.

Di acara yang mengusung tema "Meningkatkan Profesionalisme Sumber Daya Keinsinyuran dan Penerapan Teknologi Cerdas: Mewujudkan Kedaulatan Industri Indonesia", Menperin menyebutkan ada lima teknologi utama yang menjadi kunci dalam impelementasi industri 4.0. 

“Yaitu, Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Wearable (AR/VR), Advanced Robotics dan 3D Printing,” tuturnya.

Untuk itu, Airlangga berharap, para insinyur terus memberikan kontribusi signifikan dalam membangun Indonesia khususnya terhadap pengembangan industri. 

“Apalagi kita sedang mengembalikan sektor manufaktur menjadi arus utama guna menggerakkan perekonomian nasional,” jelasnya. 

Faktor penting yang diperlukan, selain pemanfaatan teknologi, yaitu menyiapkan tenaga kerja kompeten.

Langkah tersebut telah tertuang di Peta Jalan Making Indonesia 4.0, yang memiliki aspirasi besarnya untuk menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. 

“Kami telah melakukan program Training of Trainer (ToT) tentang industri 4.0 kepada seluruh stakeholder dari level tertinggi sampai ke pelaksana,” imbuhnya.

Baca juga: PII dukung insinyur Indonesia pimpin perusahaan global

Baca juga: Wapres minta insinyur Indonesia unjuk kemampuan bangun infrastruktur

 


 

Pewarta:
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar