counter

Pertamina penuhi kebutuhan BBM Maluku-Papua jelang Natal

Pertamina penuhi kebutuhan BBM Maluku-Papua jelang Natal

Kesiapan Pertamina Jelang Natal-Tahun Baru 2015 Pekerja mengawasi salah satu salah satu tabung di Depo Pertamina Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (23/12). Pertamina MOR VII Sulawesi menyediakan stok premium 85.000 KL dan solar 60.000 KL untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang hari Raya Natal dan Tahun Baru 2015. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

Penyaluran Gasoline (bensin) di periode Natal 2018 dan Tahun baru 2019 diprediksikan mengalami kenaikan sebesar 6,3 persen dibandingkan penyaluran normal
Jakarta, (ANTARA News) - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku – Papua melakukan build-up stock untuk mengantisipasi kebutuhan BBM dan LPG selama Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Pertamina memproyeksikan konsumsi BBM dari berbagai produk mengalami peningkatan. 

"Penyaluran Gasoline (bensin) di periode Natal 2018 dan Tahun baru 2019 diprediksikan mengalami kenaikan sebesar 6,3 persen  dibandingkan penyaluran normal," demikian siaran pers PT Pertamina yang diterima Antara di Jakarta, Kamis. 

Hal tersebut, karena adanya peningkatan aktivitas kendaraan roda 2 dan roda 4, dan pada produk Gasoil (bahan bakar diesel) mengalami peningkatan lebih dari 10, 6 persen dikarenakan adanya antisipasi dari PLN untuk dapat menjaga kestabilan supply untuk pembangkit tenaga diesel yang berada pada wilayah Marketing Operation Region VIII. 

Kerosene (Minyak Tanah) mengalami kenaikan 5, 5 persen yang berasal peningkatan kebutuhan masyarakat (Operasi Pasar) maupun segi industri (IRT). Avtur (bahan bakar pesawat terbang) mengalami kenaikan 9, 9 persen dikarenakan aktivitas maskapai meningkat. 

Sedangkan konsumsi LPG baik di restoran dan perhotelan meningkat menjelang Libur Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, sehingga stok LPG ditingkatkan hingga 23 persen.

Untuk menjalankan tugas pengamanan stok dan memastikan kelancaran distribusi BBM dan LPG selama periode Natal dan Tahun Baru 2019, Pertamina MOR VIII membentuk Satuan Tugas (Satgas) BBM dan LPG pada 29 November 2018 atau 2 pekan lebih awal dibandingkan pembentukan Satgas tahun lalu. Satgas telah mulai berkoordinasi sejak dibentuk dan akan berakhir pada tanggal 8 Januari 2019. 

Pertamina juga memastikan seluruh Terminal BBM beroperasi selama periode Satgas, memastikan kehandalan sarana dan fasilitas Penerimaan, Penimbunan dan Penyaluran BBM di seluruh lokasi, memonitor stok BBM dan LPG di seluruh wilayah dengan sistem komputerisasi (Sistem Informasi Management Supply & Distribution) , menyiapkan 20 mobil tangki industri standby untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan dan overtime mobil tangki reguler untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pengiriman BBM. 

Pertamina juga menyiapkan langkah antisipasi dengan menambah tonase (kapasitas muat) kapal menjadi 20 unit dan menaikkan ketahanan stok di TBBM MOR VIII Gasoline sebesar 9 persen, Gasoil sebesar 15 persen, Kerosene 15 persen dan Avtur 10 persen.

Sementara itu, untuk ketahanan pasokan LPG, Pertamina melakukan build-up stock dan menambah alokasi LPG non PSO sekitar 15 - 23 persen serta memonitor pengiriman dari supply point dan stock-in transit (dari supply point ke agen). 

Pertamina juga tetap mengoperasikan Agen dan Pangkalan pada periode Satgas untuk memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan sesuai kebutuhan. Pertamina menunjuk 14 agen dan 28 pangkalan siaga dan memaksimalkan SPBU sebagai etalase dan stabilisator harga Elpiji 12kg dan Bright Gas 5,5kg untuk kebutuhan LPG rumah tangga di periode Natal dan Tahun Baru.

Baca juga: Pertamina hentikan sementara pengiriman BBM ke Nduga
 

Pewarta:
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar