counter

Bursa Australia menguat, Indeks ASX 200 dibuka naik 33,6 poin

Bursa Australia menguat, Indeks ASX 200 dibuka naik 33,6 poin

Illustrasi: Pergerakan saham pada Australian Securities Exchange (ASX) (Reuters)

Saham-saham Eropa terpukul dalam perdagangan semalam karena kekhawatiran investor tentang sengketa perdagangan meningkat
Sydney (ANTARA News) -  Saham-saham Bursa Australia dibuka lebih tinggi pada perdagangan Jumat pagi di tengah meningkatnya kekhawatiran atas sengketa perdagangan dan aksi jual di pasar Eropa semalam (Kamis).

Pada pukul 10.25 waktu setempat, Indeks Acuan S&P/ASX 200 naik 33,6 poin atau 0,59 persen menjadi diperdagangkan di 5.691,3 poin, serta Indeks All Ordinaries yang lebih luas menambahkan 30,8 poin atau 0,54 persen pada 5.767,5 poin.

"Saham-saham Eropa terpukul dalam perdagangan semalam karena kekhawatiran investor tentang sengketa perdagangan meningkat," kata Analis Pasar CMC Markets and Stockbroking, Michael McCarthy, dalam catatan pagi kepada investor seperti dikutip Xinhua.

"Pesimisme dalam perdagangan mengarah langsung pada ketakutan pertumbuhan global. Obligasi di Eropa dan AS reli lagi, mendorong imbal hasil ke posisi terendah tiga bulan ... Ini membuat pasar-pasar regional siap terhuyung ... Suasana pasar menunjukkan bahwa informasi penting seperti gaji nonpertanian AS dan angka perdagangan China akan terbang di bawah radar pasar. "

Bank-bank besar Australia dibuka beragam, dengan ANZ turun 0,2 persen dan Commonwealth Bank merosot 0,37 persen, National Australia Bank naik 0,38 persen dan Westpac naik tipis 0,08 persen.

Raksasa pertambangan BHP turun 0,72 persen, sementara saingannya Rio Tinto bertambah 0,51 persen. Produsen-produsen minyak dan gas utama dibuka menguat, dengan Woodside Petroleum lebih tinggi 0,1 persen, Oil Search naik 0,14 persen dan Santos menambahkan 0,71 persen.

Raksasa telekomunikasi Telstra naik 0,16 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas bertambah 0,18 persen, dan kelompok bioteknologi CSL naik 1,03 persen.

Baca juga: Wall Street ditutup bervariasi, kekhawatiran perlambatan ekonomi AS berlanjut
 

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar