counter

BPPT kirimkan mobil pengolah air ke lokasi bencana

BPPT kirimkan mobil pengolah air ke lokasi bencana

Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT Hammam Riza (tengah) dalam acara pelepasan Mobil Arsinum ke Palu dan Donggala, di halaman kantor BPPT Jakarta, Jumat (7/12/2018). ((Antara/Aditya Ramadhan))

Inovasi Arsinum merupakan bukti nyata teknologi mampu berperan untuk antisipasi bencana, pun pascabencana
Jakarta (ANTARA News) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengirimkan mobil pengolah air siap minum ke lokasi bencana di Palu, Sigi, dan Donggala untuk memenuhi kebutuhan air minum sekaligus uji lapangan.

Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT Hammam Riza mengatakan dalam acara Pelepasan Arsinum Mobile ke  Palu dan Donggala di kantor BPPT Jakarta, Jumat, bahwa BPPT ingin menghadirkan teknologi dalam tiap manajemen bencana.

"Inovasi Arsinum merupakan bukti nyata teknologi mampu berperan untuk antisipasi bencana, pun pascabencana," ujarnya.

Menurut Hammam, sudah seharusnya Indonesia yang berada di wilayah cincin api yang rawan bencana memanfaatkan penggunaan teknologi dalam menangani setiap kejadian bencana.

Mobil Arsinum ini bekerja menyaring air baku dari berbagai jenis agar bisa menghasilkan air siap minum. 

Bahkan air keluaran dari Arsinum dijamin kualitasnya, karena telah memenuhi standar air minum berdasarkan Permenkes Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990. 

"Air dari Arsinum aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat," kata Hammam.

Dia mengharapkan agar teknologi BPPT ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk wilayah lainnya di Indonesia. 

Tak hanya untuk bencana gempa seperti di Palu dan Donggala, air bersih dan siap minum menurutnya juga bisa digunakan untuk di wilayah lain yang berada di wilayah kering dan sulit air minum.

"Kami butuh dukungan dari kementerian dan lembaga lain, utamanya untuk mereplikasi teknologi serupa, agar bisa diterapkan di berbagai wilayah Indonesia," kata dia.

Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT Rudi Nugroho menjelaskan Arsinum bisa memproduksi air siap minum dari berbagai air baku mulai dari air hujan, air sumur, air PDAM, air danau, air sungai, dan air payau.

Arsinum menggunakan listrik maksimal 2.000 watt untuk bisa mengoperasikan mesin yang dapat menghasilkan air siap minum sebanyak 400 liter dalam satu jam.

Mesin penyaringan air tersebut ditempatkan di mobil dobel gardan agar bisa memudahkan mobilitas di daerah bencana serta untuk menjangkau wilayah sulit.

Mobil tersebut juga dilengkapi dengan panel surya untuk sebagai sumber listrik yang bisa mengoperasikan mesin selama enam jam.

Sebelum dikirim ke Palu, mobil Arsinum sudah dioperasikan untuk kebutuhan air minum di lokasi bencana gempa Lombok pada pertengahan tahun 2018. 

Baca juga: BPPT kirim mobil Arsinum ke Lombok
Baca juga: BPPT siapkan teknologi Arsinum untuk daerah sulit air
Baca juga: BPPT sediakan pengolah air minum di Penjaringan

 

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar