counter

Ma'ruf Amin diskusi dengan relawan milenial

Ma'ruf Amin diskusi dengan relawan milenial

Arsip Cawapres nonor urut 01 Ma'ruf Amin di Kediaman Situbondo, Jakarta, Rabu (14/11/2018). (Istimewa)

Bagi Pak Jokowi dan saya, kaum milenial harus diberi ruang untuk bisa menyampaikan sikap, gagasan, ide, dan terobosan yang mereka miliki."
Jakarta, (ANTARA News) - Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin melakukan diskusi dengan perwakilan relawan milenial, di Rumah Situbondo, Jakarta, Jumat, terkait upaya meraih suara generasi muda.

Pada kesempatan itu, salah satu juru bicara perwakilan relawan milenial, Ridwansyah Yusuf mengatakan pihaknya akan mendorong program santri enterpreneur untuk membantu Jokowi-Ma'ruf mendulang suara generasi muda. 

"Kita angkat santri entrepreneur, tetapi juga dengan produk, program dan ketokohan. Santri akan membentuk sebuah komunitas dan produk akan diekspos serta dibranding," kata Ridwansyah.

Dia mengatakan relawan milenial akan memulai pembuatan narasi berbagai produk kesantrian. Produk dan program tersebut menurutnya, juga didukung para tokoh pengusaha.

Para relawan juga menyampaikan soal potensi Jokowi-Ma'ruf memeroleh suara besar di Jawa Barat. 

Mereka mengusulkan agar ide-ide Kiai Ma'ruf bisa ditampilkan lewat beragam billboard khusus di wilayah perkotaan di Jawa Barat. 

"Misalnya isi billboardnya itu mengenai ide ketahanan pangan, pembangunan dan segala macam, lalu ditampilkan wajah Abah (Ma'ruf)," kata Ridwansyah. 

Para relawan milenial juga ingin menggali informasi perjalanan Ma'ruf sebagai wajah santri yang sukses. 

Menanggapi beragam usul dari relawan milenial, Ma'ruf Amin menyatakan dirinya sangat bangga dan mengapresiasi antusiasme kaum muda. 

"Bagi Pak Jokowi dan saya, kaum milenial harus diberi ruang untuk bisa menyampaikan sikap, gagasan, ide, dan terobosan yang mereka miliki," kata Ma'ruf.

Pilpres 2019 diikuti dua pasangan calon, nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar