Warga binaan Lapas perempuan didorong jadi wirausaha baru

Warga binaan Lapas perempuan didorong jadi wirausaha baru

Pelatihan Sejumlah narapidana perempuan mengikuti pelatihan tata rias di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak dan Perempuan di Pekanbaru, Riau, Selasa (11/10). Sebanyak 60 narapidana perempuan mengikuti pelatihan yang digelar Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (BPPPAKB) Provinsi Riau, yang bertujuan memberi keterampilan bagi warga binaan agar bisa bekerja setelah keluar dari penjara. (FOTO ANTARA/FB Anggoro)

Dengan memberi pelatihan ini, Kementerian Koperasi dan UKM mempunyai kepentingan untuk melahirkan wirausaha baru
Pangkalpinang, Babel, (ANTARA News) - Sebanyak 30 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Pangkalpinang, Bangka Belitung, mengikuti pelatihan wirausaha dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, guna mendorong mereka menjadi wirausaha baru.

"Dengan memberi pelatihan ini, Kementerian Koperasi dan UKM mempunyai kepentingan untuk melahirkan wirausaha baru," kata Menteri Koperasi dan UKM RI, Puspayoga saat meninjau pelatihan peningkatan kapasitas SDM KUMKM di LPP Kelas III Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan, pelatihan ini untuk mendorong terciptanya para wirausaha baru dari warga binaan.

Para warga binaan mengikuti pelatihan cara membuat kripik singkong, kripik pisang dan membuat roti.

Warga binaan juga dilatih bagaimana menghasilkan produk yang memiliki nilai jual agar produk yang bisa dipromosikan ke luar negeri dan masuk ke pasaran.

"Kita yakin para warga binaan mempunyai keterampilan yang mempuni serta memiliki semangat kewirausahaan, dan setelah keluar dari Lapas ini mereka bisa mandiri dan menjadi pengusaha sukses," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Babel, Elfiyena mengatakan, Dinas Koperasi dan UMKM Babel bersinergi dengan berbagai instansi, guna memberikan pelatihan kepada para warga binaan lapas perempuan.

"Tahun depan, kita akan berikan kelas pelatihan wirausaha untuk para warga binaan. Kita ingin warga binaan memiliki keterampilan dan produktif," katanya.

Selain itu, Dinas Koperasi dan UMKM Babel turut memromosikan produk-produk hasil karya warga binaan LPP Pangkalpinang di berbagai pameran. Oleh karena itu para warga binaan diminta tetap semangat dan harus mampu meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.

"Kita harus tunjukan bahwa kita memiliki produk yang berkualitas serta punya 'brand' agar konsumen selalu ingat akan produk yang dihasilkan," ujarnya.

Kepala LPP Kelas III Pangkalpinang, Nebi Viarleni mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh Kemenkop UKM dalam membina para warga binaan.

"Kita harap pelatihan ini berkelanjutan sehingga mereka berhasil saat kembali ke lingkungannya. Kami terus membangun kemitraan agar pembinaan ini bisa berhasil dengan baik," ujarnya.

Baca juga: Keluarga warga binaan padati Lapas Pangkalpinang

Pewarta: Kasmono
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar