counter

Harga minyak kembali jatuh, dipicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global

Harga minyak kembali jatuh, dipicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global

Illustrasi: Rig Hercules di lepas pantai milik Baker Hughes, Amerika Serikat (AS). (bakerhughes.com)

New York (ANTARA News) - Harga minyak merosot pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menghapus keuntungan Jumat (7/12) menyusul kesepakatan pengurangan produksi antara OPEC dan sekutu-sekutunya, karena berlanjutnya pelemahan pasar saham memicu kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Pasar saham AS memperpanjang kerugian dramatis dalam perdagangan intraday pada Senin (10/12), karena Dow mencapai sebuah "palung" dalam dan menghapus lebih dari 500 poin pada titik terendahnya. Penurunan tajam terjadi segera setelah kerugian curam pekan lalu.

Para analis memperingatkan bahwa kemerosotan pasar saham akan berubah melemahkan pasar minyak, karena status quo negatif memicu kekhawatiran ekonomi global yang lebih lambat dari perkiraan dan prospek permintaan yang memburuk.

Harga minyak rebound pada Jumat (7/12) setelah OPEC dan sekutunya termasuk Rusia setuju untuk memangkas produksi minyak dengan total 1,2 juta barel per hari. Skema pengurangan datang di hadapan permintaan berulang Presiden AS Donald Trump untuk penurunan harga lebih lanjut.

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Saudi, Khalid al-Falih pada Senin (10/12) membahas kondisi pasar minyak dengan Menteri Energi AS Rick Perry selama kunjungan Perry ke Dhahran, Arab Saudi.

Al-Falih mengatakan di Twitter bahwa mereka juga berbicara tentang "upaya Kerajaan untuk mengembangkan teknologi guna mengurangi emisi karbon, efisiensi energi dan peluang untuk kerja sama teknis antara kedua negara."

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari turun 1,61 dolar AS, menjadi menetap di 51 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari turun 1,7 dolar AS menjadi ditutup pada 59,97 dolar per barel di London ICE Futures Exchange. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Harga minyak bangkit, akhirnya Saudi penuhi janji pangkas produksi
 

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar