counter

Kabupaten Pati raih Favorit III indeks daya saing

Kabupaten Pati raih Favorit III indeks daya saing

Sejumlah sapi potong dari daerah Pati Jawa Tengah digemukan untuk dipotong di daerah Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (5/9). Sapi-sapi yang digemukkan di daerah Sindang, dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Indramayu, yang kebutuhannya cukup tinggi. (ANTARA/Agus Bebeng)

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemkab Pati agar 2019 daya saing daerah lebih meningkat. Kami tentu akan berupaya menarik minat investor datang ke Pati
Pati, Jateng, (ANTARA News) - Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng) meraih penghargaan Anugerah Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) tingkat Provinsi Jateng 2018 untuk posisi favorit III.

"Tentunya sangat membanggakan karena penghargaan ini merupakan yang pertama kalinya diterima Kabupaten Pati," kata Bupati Pati, Haryanto di Pati, Selasa.

Ia menambahkan piala dan piagam diserahkan dalam seminar internasional bertajuk "International Conference Suistanable Rural dan Regional Development" di Magelang, Selasa.

Menurutnya penghargaan ini tidak lepas dari jerih payah seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang berlomba-lomba membuat inovasi untuk meningkatkan daya saing daerah.

Dari 14 nominasi, tambahnya Pemkab Pati mendapatkan peringkat yang cukup baik karena dinobatkan sebagai salah satu daerah favorit untuk daya saing daerah.

Meskipun sudah mendapatkan penghargaan, dia mengajak seluruh OPD untuk terus berinovasi demi terwujudnya pelayanan yang prima bagi masyarakat.

Ia berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemkab Pati agar 2019 daya saing daerah lebih meningkat.

"Kami tentu akan berupaya menarik minat investor datang ke Pati," kata Haryanto.

Pemprov Jateng sendiri melakukan penilaian tahunan kepada kepala daerah agar daya saingnya semakin ditingkatkan.

Kriteria daerah yang mendapatkan penghargaan, meliputi bidang ekonomi, pasar, lingkungan dan lainnya.

Baca juga: Pati beri tunjangan untuk 12.450 guru TPQ

Baca juga: Kabupaten Pati permudah pencairan santunan kematian

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar