counter

Dua doktor baru dilahirkan Undiksha-Bali

Dua doktor baru dilahirkan Undiksha-Bali

Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. (Sumber:http://undiksha.ac.id/)

Doktor baru itu ini bisa berkontribusi lebih maksimal lagi dalam pengembangan maupun peningkatan kualitas perguruan tinggi
Oleh Made Adnyana dan Naufal Fikri Yusuf

Singaraja, Bali,  (ANTARA News) - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, melahirkan dua doktor baru dalam bidang Ilmu Kependidikan, yakni Dr Made Hery Wihardika Griadhi, SH, M.Si dan Dr Nyoman Trisna Herawati, SE,AK.,M.Pd.

"Ujian promosi keduanya telah dilaksanakan pada Selasa (11/12).dan keduanya mengambil Program Studi Ilmu Pendidikan," kata Direktur Program Pascasarjana Undiksha, Prof. Dr I Wayan Suastra, M.Pd, di Singaraja, Rabu.

Ia mengharapkan doktor baru itu ini bisa berkontribusi lebih maksimal lagi dalam pengembangan maupun peningkatan kualitas perguruan tinggi. "Mudah-mudahan dengan gelar itu bisa memberikan sumbangsih untuk lembaga lebih besar lagi," katanya.

Made Hery Wihardika Griadhi, yang menjabat sebagai Kepala UPT Perpustakaan Undiksha, meraih doktor dengan disertasi berjudul "Diterminasi Service Quality Perpustakaan Undiksha Terhadap Kepuasan Pengguna, Minat Baca dan Prestasi Belajar Mahasiswa Dalam Kaitannya dengan Motivasi Berprestasi".

Sementara itu, Nyoman Trisna Herawati mengangkat disertasi berjudul "Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi? Perilaku Keuangan Pada Mahasiswa Program Studi Akuntansi S1 di Bali".

"Keduanya sudah dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor," kataya.

Secara terpisah, Wihardika Griadhi mengatakan disertasi yang dibuat merupakan hasil penelitian yang dikerjakan sekitar 1,5 tahun lalu. "Prosesnya tak hanya menguras pikiran dan tenaga tetapi juga waktu," katanya.

Menurut dia, hal itu terjadi, karena selain menjadi nakhoda perpustakaan, dirinya juga dipercaya sebagai dosen pada Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fakultas Ilmu Hukum dan Ilmu Sosial (FISIP) Undiksha. "Memang dalam studi selalu ada kendala, waktu harus benar-benar diatur," katanya.

Selama empat tahun mengenyam pendidikan jenjang tertinggi, jadwal perkuliahan cukup sering berbenturan dengan tugas-tugas yang berkaitan dengan pekerjaan. Namun berbekal semangat tinggi, hal itu dapat dilalui.

Ia menilai pendidikan menjadi sesuatu yang sangat penting untuk mendukung perkembangan diri, selain sebagai motivasi untuk buah hatinya. "Waktu dengan keluarga juga tersita. Sabtu dan Minggu habis untuk membuat tugas kuliah, termasuk juga disertasi," katanya.

Kendala yang hampir sama juga dihadapi Trisna Herawati. Dosen di Fakultas Ekonomi Undiksha itu mengatakan berbagai kendala yang dihadapi dalam penyusunan disertasi yang sangat tebal, mulai dari segi waktu untuk keluarga sampai kegiatan di masyarakat.

Namun, sebagai perempuan biasa, ia tetap merasa bangga, sebab keinginan untuk menyandang gelar doktor dapat terwujud. Ia merupakan lulusan ke-14 mendapat predikat sangat memuaskan. "Tentunya bangga karena pada akhirnya bisa menyelesaikan studi," katanya.

Baca juga: Jajaki kerja sama, Dubes India kunjungi Undiksha Singaraja

Pewarta: Made Adnyana dan Naufal Fikri Yusuf
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar