counter

Metropolitan

MRT ditargetkan tampung 60 ribu penumpang per hari

MRT ditargetkan tampung 60 ribu penumpang per hari

Petugas berada di dalam kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta rute Bundaran HI-Lebak Bulus di Stasiun Bundaran HI, Jakarta, Senin (10/12/2018). MRT Jakarta fase I rute Bunderan HI-Lebak Bulus yang ditargetkan beroperasi pada Maret 2019 itu akan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya seperti Bus Transjakarta dan KRL Commuter Line. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kye.

Jakarta  (ANTARA News) - Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan MRT (Moda Raya Terpadu)  rute Lebak Bulus-Bunderan HI Jakarta yang diberi nama Ratangga itu, ditargetkan dapat menampung 60 ribu penumpang setiap hari.

"Targetnya 60 ribu itu per hari, jadi kita mulai dengan 65 ribu, pelan-pelan jadi 135 ribu," ujar William di Jakarta, Rabu.

William yakin ketika Ratangga  beroperasi nanti masyarakat akan antusias menyambut moda transportasi umum tersebut.

"Saya yakin bisa tercapai (jumlah target penumpang), yang terpenting saat ini adalah agar masyarakat merawat dan  mulai menggunakan itu. Jadi sekarang kita sosialiasi habis-habisan di berbagai media," tambahnya.

Pihaknya menyebut tiap harinya Ratangga diujicobakan mulai dari Depo Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia. 

Wiliam berharap kereta cepat fase I mulai dapat beroperasi pada pertengahan bulan Maret 2019.

Sementara untuk fase 2, rute dari Bunderan HI menuju ke Kota,  direncanakan peletakan batu pertamanya (groundbreaking) akhir bulan Desember 2018 atau awal Januari 2019.  

Kecepatan rangkaian kereta bisa mencapai 80 km/jam di jalur bawah tanah dan bisa meningkat hingga 100 km/jam di jalur atas tanah.

Baca juga: Delapan halte TransJakarta terintegrasi dengan MRT-LRT-KRL
Baca juga: Kisaran tarif MRT Rp8.500-Rp10.000
 

Pewarta: Tessa Qurrata Aini
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

WWF Indonesia gandeng MRT Jakarta ajak masyarakat peduli iklim

Komentar