counter

Petaling Jaya Malaysia adopsi pengelolaan lingkungan Surabaya

Petaling Jaya Malaysia adopsi pengelolaan lingkungan Surabaya

Tugu Pahlawan Surabaya. Monumen yang menjadi penanda Kota Surabaya tersebut memiliki ketinggian 41,15 meter yang berbentuk lingga atau paku terbalik yang dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Surabaya  (ANTARA News) - Bandaraya Petaling Jaya, Malaysia mengadopsi teknik pengelolaan lingkungan yang telah berhasil diterapkan di Kota Surabaya, Jawa Timur.

 "Kami telah mengunjungi Taman Bungkul dan Taman Harmoni. Kami kagum dengan taman di sini karena taman di Malaysia tidak menggunakan pupuk kompos sendiri, semua dibeli," kata Ketua Penolong Pengarah Penghijaun Majlis Bandaraya Petaling Jaya, Malaysia, Marlena Binti Syafirudin saat berkunjung ke Pemkot Surabaya, Rabu.

Menurut Marlena, Kota Surabaya dinilai telah sukses dalam bidang pengelolaan lingkungan. Berbagai inovasi pengelolaan lingkungan yang diterapkan Pemkot Surabaya, kata dia, membuat pihaknya tertarik untuk mengadopsinya untuk diterapkan juga di kotanya.

Menurut dia, taman yang ada di Surabaya ini dinilai menarik, karena dirawat dengan menggunakan pupuk kompos hasil olahan sendiri.

Ia berharap dengan kunjungannya kali ini, pihaknya dapat mempelajari lebih dalam mengenai inovasi-inovasi di bidang pengelolaan lingkungan yang telah dilaksanakan di Kota Surabaya.

Sehingga, lanjut dia, nantinya dapat diadopsi. "Kami harap dapat belajar teknik pengelolaan lingkungan, supaya nanti bisa kita terapkan di Bandaraya Petaling Jaya," katanya.

Pada kesempatan ini, Wali Kota Surabaya yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya M. Taswin menjelaskan inovasi-inovasi yang telah diterapkan pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan bidang lingkungan.

"Pengolahan sampah di Surabaya dimulai dari rumah tangga. Jadi kami juga melibatkan warga untuk mengatasi masalah limbah rumah tangga ini. Kami menyediakan fasilitas pengelolaan sampah dengan kompos. Dengan menggunakan pupuk kompos hasil produksi sendiri kita dapat meminimalisir anggaran biaya untuk perawatannya," katanya.

Taswin mengatakan, untuk mendorong masyarakat agar ikut peduli terhadap lingkungan, Pemkot Surabaya setiap tahun juga mengadakan lomba kebersihan lingkungan.

"Mulai dari tingkat RT, RW dan Kelurahan. Tujuan kami untuk mendorong warga agar peduli terhadap kebersihan lingkungan," ujarnya.

Dengan begitu, lanjut dia, tiap tahun volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Surabaya semakin menurun.

Selain itu, kata dia, Pemkot Surabaya juga menyediakan fasilitas berupa taman aktif dan pasif yang tersebar di Kota Surabaya dengan tujuan bisa mengurangi tingkat polusi udara.

  Taman-taman itu biasanya juga dimanfaatkan oleh warga untuk berlibur dan bersantai bersama keluarga.

 Baca juga: Surabaya perbanyak hutan kota jaga keseimbangan lingkungan
Baca juga: Risma paparkan perubahan eks lokalisasi Dolly
 

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Mengedukasi dan mencari solusi masalah sampah

Komentar