counter

Metropolitan

Normalisasi Kali Angke Jakbar terganjal pembebasan tanah sengketa

Normalisasi Kali Angke Jakbar terganjal pembebasan tanah sengketa

Arsip Sejumlah pengendara sepeda motor menyeberangi Kali Angke menggunakan perahu eretan di kawasan Teluk Gong, Jakarta, Jumat (11/8/2017). Minimnya jembatan yang menghubungkan antara Kapuk Muara dengan Muara Angke membuat jasa penyeberangan dengan perahu masih diminati masyarakat guna mempersingkat waktu perjalanan, dengan tarif Rp2.000 - Rp5.000 per motor. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Kita nggak bisa berbuat banyak, yah pengadilan harus turun tangan."
Jakarta (ANTARA News) - Normalisasi Kali Angke Jakarta Barat terganjal masalah pembebasan tanah sengketa sehingga pemasangan sheet pile atau dinding turap beton pada sebagaian bantaran kali tersendat.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat Imron Syahrin di Jakarta, Kamis membenarkan perihal tersebut.

"Iya, itu tanahnya milik PT Sari Kebon Jeruk Mas. Nah sekarang tanahnya sengketa, perusahaannya juga sudah bubar (bangkrut, red)" ujar Imron.

Imron mengatakan untuk sementara ini pihaknya tidak bisa melakukan konsinyasi ke pengadilan untuk melakukan pembebasan lahan di bantaran Kali Angke.

Selain itu, ia mengungkapkan kondisi tersebut membuat normalisasi Pos Angke Hulu sudah sejak lama belum terlaksana. Begitu juga masalah yang sama terhadap normalisasi Kali Semongol, Kali Pesanggrahan dan Kali Sekretaris.

"Kita nggak bisa berbuat banyak, yah pengadilan harus turun tangan," ujar dia.

Belum lama ini, di Kampung Pondok Cabe RT 07/01 Kelurahan Kembangan Utara terdampak genangan setinggi 50 sentimeter akibat luapan Kali Angke mulai Rabu malam hingga Kamis dini hari, dan sudah surut pukul 11.47 WIB.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pentingnya patok batas tanah untuk antisipasi sengketa

Komentar