Gunung Soputan meletus tiga kali sejak dini hari

Gunung Soputan meletus tiga kali sejak dini hari

Arsip Foto. Letusan stromboli Gunung Soputan terpantau dari Desa Lobu, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Rabu (3/10/2018). Letusan stromboli tersebut disertai leleran lava pijar ke arah Timur Laut, dengan estimasi jarak luncur 2500 m serta kolom letusan setinggi 2000-3000 m dari puncak. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono

Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke tenggara
Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (ANTARA News) - Gunung Soputan yang berada di Kabupaten Minahasa Tenggara tiga kali mengalami erupsi sejak Minggu dini hari.

Menurut Pos Pemantau Gunung Soputan di Silian, erupsi pertama yang disertai suara gemuruh terjadi pukul 01.02 Wita dengan amplitudo 40 milimeter.

"Letusan kedua terjadi pukul 03.09 Wita dengan tinggi kolom abu mencapai 3.000 meter dari puncak gunung. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke tenggara. Erupsi terekam dalam seismograf dengan amplitudo 40 milimeter, " kata Kepala Pos Pemantau Gunung Soputan Asep Saifullah di Silian.

Erupsi terjadi lagi pukul 05.40 Wita dengan tinggi kolom abu teramati 7.000 meter dari puncak gunung.

"Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan ini mengarah ke arah barat daya," katanya.

Asep mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 4,5 sampai enam kilometer dari puncak Gunung Soputan, serta menyarankan warga menyiapkan masker untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hujan abu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Minahasa Tenggara Ferry Uway menyatakan BPBD siaga mengantisipasi dampak peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Soputan.

"Kami sudah bersiaga di sekitar lokasi yang terdampak, dengan menyiapkan penanganan seperti pembagian masker," kata dia.

Baca juga: Gunung Soputan erupsi, status Siaga
Baca juga: Minahasa Tenggara masih siagakan posko erupsi Soputan

 

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Masuk musim hujan BPBD Cirebon dan TNI bersihkan sungai

Komentar