counter

Semangat mengaji dan belajar anak perlu terus dibangun

Semangat mengaji dan belajar anak perlu terus dibangun

Wakil Wali Kota Kediri, Lilik Muhibbah (tengah jilbab warna merah) pada kegiatan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kota Kediri, di Balai Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (7/8). (ANTARA FOTO/HO- Foto istimewa)

Saya ingin anak-anak tetap belajar dan mengaji. Semangatnya tidak boleh pudar untuk bisa memahami nilai-nilai Al-Quran
Oleh Destyan dan Asmaul Chusna

Kediri, Jatim,  (ANTARA News) - Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah menginginkan semangat mengaji dan belajar anak-anak daerah itu dalam rangka menuntut ilmu perlu terus dibangun guna menyongsong masa depan.

"Saya ingin anak-anak tetap belajar dan mengaji. Semangatnya tidak boleh pudar untuk bisa memahami nilai-nilai Al-Quran," katanya di Kediri, Jawa Timur, Selasa.

Dalam acara pemberian penghargaan Festival Anak Sholeh dan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW di Balai Kota Kediri, ia mendorong agar mushala-mushala serta masjid dan majelis belajar untuk tetap menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar berupa mengaji.

Dengan itu, kata dia, anak-anak bisa lebih dini memahami agama serta mempunyai akhlak yang baik, sebab diajarkan sejak kecil.

Ia mengapresiasi dan mendukung berbagai kegiatan keagamaan, termasuk Festival Anak Sholeh yang telah diselenggarakan karena cukup bagus dan ke depan diharapkan bisa lebih meriah lagi.

"Mudah-mudahan tahun depan pemkot tetap bisa melaksanakan festival seperti ini lebih semarak lagi. Karena itu, kami sangat menghormati dengan kegiatan ini," kata dia.

Lebih lanjut, Wawali juga mengatakan pemerintah kota tetap memberikan fasilitas dalam berbagai agenda keagamaan, terlebih lagi yang melibatkan anak-anak, sebab mereka adalah aset bangsa.

Ia tetap mendukung agar para uztaz dan ustazah yang mengajar untuk selalu bersemangat memberikan ilmu.

Pemerintah Kota Kediri, kata dia, juga memberikan banyak program pembinaan. Selain untuk anak-anak, pemerintah kota juga memberikan insentif untuk guru mengaji di kota ini.

Menurut Lilik Muhibbah, data mereka sudah masuk ke Dinas Pendidikan Kota Kediri, dan insentif itu diberikan untuk alokasi setiap bulan, namun dalam pemberiannya tidak setiap bulan melainkan dirapel.

Untuk pemberian insentif guru madrasah diniah, guru mengaji TPQ/TPA dan sekolah minggu,katanya, diberikan secara nontunai melalui PD BPR Kota Kediri. Besaran insentif yang diberikan juga naik dari semula Rp250 ribu menjadi Rp300 ribu.

"Dengan insentif tersebut, diharapkan para guru memiliki program belajar yang lebih baik," katanya..

Sementara itu, kegiatan festival tersebut selain dihadiri Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah juga sejumlah pejabat di lainnya. Hadir pula sejumlah pengurus Dewan Masjid Indonesia Kediri dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam acara itu juga dihadiri para ustaz-ustazah dan para santri. Sejumlah pemenang dalam Festival Anak Sholeh juga mendapatkan penghargaan berupa uang tunai dan piala.

Baca juga: Ajaklah anak ramaikan masjid

Baca juga: Ribuan anak di Kediri sungkem kepada ibu

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko dan Asmaul Chusna
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar