counter

Keluarga harapkan pemerintah temukan TKW Indramayu hilang kontak 16 tahun di Arab Saudi

Keluarga harapkan pemerintah temukan TKW Indramayu hilang kontak 16 tahun di Arab Saudi

JAKARTA, 30/10 - NASIB BURUH MIGRAN. Keluarga buruh migran asal Indramayu, Raisem, berunjuk rasa didepan Departemen Luar Negeri, Jakarta, Jumat (30/10). Mereka meminta pemerintah segera menindaklanjuti nasib Raisem yang dikabarkan meninggal dan segera memulangkan jenazahnya. FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari/09.

Kami menerima aduan dari warga yang mengaku anaknya sudah 16 tahun hilang kontak, saat menjadi TKW di Arab Saudi
Indramayu, Jabar,  (ANTARA News) - Keluarga Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, bernama  Sarifah (33), yang  hilang kontak selama 16 tahun di Arab Saudi, mengharapkan pemerintah bisa membantu menemukannya.

"Kami menerima aduan dari warga yang mengaku anaknya sudah 16 tahun hilang kontak, saat menjadi TKW di Arab Saudi," kata Ketua Serikat Buruh Migran (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih di Indramayu, Rabu.

SBMI mendapatkan aduan dari Sodikin, ayah kandung Sarifah, yang tinggal di Dusun II, Blok Lamaran, Desa Mekargading, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.

Dari keterangan ayahnya, TKW Sarifah itu tidak pernah memberikan kabar setelah pamit untuk bekerja ke Arab Saudi.

Menurutnya, Sarifah berangkat ke Arab Saudi pada bulan Juli 2002. Dia direkrut oleh Dayuni, sponsor warga Desa Mekargading, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.

"Kemudian diterbangkan ke Jeddah melalui PT Khidmat El Kasab yang beralamat di Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta," ujarnya.

Sejak keberangkatannya ke Arab Saudi, Sarifah baru sekali menginformasikan keberadaanya melalui surat.

"Pada saat baru enam bulan bekerja, Sarifah kirim surat menginformasikan bahwa ia bekerja pada majikan bernama Yahya Ibrahim sedangkan istrinya bernama Sofa tinggal di daerah Jeddah," tambahnya.

Juwarih mengatakan pihak keluarga sudah sering mengadu ke pihak sponsor maupun langsung ke PJTKI yang memberangkatkan anaknya ke Jeddah.

"Namun sampai saat ini keluarga belum menemukan hasilnya dan berharap pemerintah bisa membantu," katanya.

Untuk itu, kata dia, SBMI Cabang Indramayu, akan menindak lanjuti aduan keluarga Sarifah dengan membuat surat kepada pemerintah dan pihak terkait.

"Kami akan menindak lanjuti dengan membuat surat pengaduan secara tertulis ke pihak pemerintah melalui BNP2TKI, Kemlu, Kemenaker dan KJRI Jeddah," kata Juwarih.

Baca juga: TKW Indramayu delapan tahun bekerja tak pulang

Baca juga: Selama 13 tahun TKW Indramayu tidak pulang

Baca juga: TKW Indramayu hilang kontak sejak 11 tahun lalu

Baca juga: TKW Indramayu sembilan tahun hilang di Suriah

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar