Jaringan ahli: Paket Iklim Katowice perlu disederhanakan

Jaringan ahli: Paket Iklim Katowice perlu disederhanakan

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (kiri) berbincang dengan Director of Global Program Agenda UNEP Habib El-Habr (kanan) saat sesi Panel Tingkat Tinggi di Paviliun Indonesia dalam ajang Konferensi Perubahan Iklim ke-24 di Katowice, Polandia, Rabu (12/12/2018). Sesi tersebut membahas tentang penanggulangan pencemaran lingkungan laut yang bersumber dari aktivitas di darat. (ANTARA FOTO/PRASETYO UTOMO)

Jakarta (ANTARA News) - Jaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia (APIK Indonesia Network) menyatakan Paket Iklim Katowice (The Katowice Climate Package) hasil Pertemuan Para Pihak ke-24 Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim perlu disederhanakan agar bisa diterapkan.

Anggota Paris Committee on Capacity Building (PCCB) Mahawan Karuniasa selaku Ketua APIK Indonesia Network di Jakarta, Rabu, mengatakan Paket Iklim Katowice memuat keputusan-keputusan yang ditujukan untuk mengoperasionalkan dan memfasilitasi negara-negara dalam melaksanakan Kesepakatan Paris.

Paket Iklim Katowice antara lain mencakup proses penetapan target keuangan baru dari 2025 dan upaya mencapai target saat ini untuk memobilisasi 100 miliar dolar AS per tahun mulai 2020 guna mendukung negara-negara berkembang.

Selain itu paket iklim memuat cara melakukan Global Stocktake berkenaan dengan efektivitas tindakan iklim pada 2023, dan cara menilai kemajuan pengembangan dan transfer teknologi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Keputusan-keputusan tersebut, menurut dia, perlu diterjemahkan ke dalam bentuk yang lebih sederhana untuk memudahkan penerapannya di lapangan.

Oleh karena itu, Mahawan mengatakan, untuk memperoleh gambaran situasi dan rumusan perbaikan fundamental pada isu pendanaan iklim untuk implementasi Nationally Determined Contributions (NDC) di negara berkembang dalam konteks Kesepakatan Paris, APIK menggelar konferensi internasional di Jakarta.

International Conference APIK Indonesia Network tahun 2018, yang antara lain dihadiri oleh mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim, dan National Focal Poin (NFP) Indonesia untuk Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB Nur Masripatin, diharapkan dapat mencermati hasil-hasil pendanaan iklim di lapangan dan mengidentifikasi perbaikannya.

Selain itu konferensi diharapkan bisa mendorong peran lebih besar pelaku non-negara dalam mewujudkan komitmen pengendalian perubahan iklim.

Baca juga:
Indonesia bawa praktik mitigasi-adaptasi terbaik ke KTT Iklim
BRG berbagi metode pemantauan restorasi gambut di KTT Iklim

 

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Generasi muda aksi damai sikapi perubahan iklim

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar