Festival Janadriyah ke-33, simbol persaudaraan Saudi-Indonesia

Festival Janadriyah ke-33, simbol persaudaraan  Saudi-Indonesia

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir bersama Mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (ANTARA/Teguh Priyanto)

Jika Indonesia menderita, Arab Saudi juga menderita. Begitu juga sebaliknya, jika Arab Saudi susah, Indonesia juga mengalami kesulitan
Riyadh (ANTARANews) -  Terpilihnya Indonesia sebagai tamu kehormatan pada Festival Janadriyah ke-33 oleh "Pelayan Dua Masjid Suci", Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz,  menjadi simbol makin teguhnya hubungan Arab Saudi – Indonesia.

“Jalinan Arab Saudi dan Indonesia bukan sekedar kemitraan, lebih dari itu: persaudaraan. Jika Indonesia menderita, Arab Saudi juga menderita. Begitu juga sebaliknya, jika Arab Saudi susah, Indonesia juga mengalami kesulitan,” kata Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi Adel Al-Jubeir, saat menerima delegasi Indonesia untuk pameran budaya Al Janadriyah yang dipimpin oleh Letjen (Purn)  Sjafrie Sjamsoeddin, di Riyadh, Rabu.

Al-Jubeir menyatakan, sampai kapan pun Indonesia akan tetap menjadi negara yang penting bagi Arab Saudi. Hubungan Arab Saudi dan Indonesia digambarkan Al-Jubeir sebagai hubungan yang saling membutuhkan, baik dalam bidang ekonomi, kebudayaan, pendidikan dan politik.

Dalam Festival Janadriyah 2018, pemerintah Arab Saudi akan menyediakan area seluas 2.500 meter persegi untuk paviliun Indonesia, atau hampir sepuluh kali lipat dibanding pada perhelatan tahun lalu.  

Indonesia akan memanfaatkan festival budaya dan warisan terbesar di Timur Tengah itu, untuk menampilkan berbagai pertunjukan kesenian tradisional dan film Indonesia di panggung kesenian festival.

Paviliun Indonesia, juga akan menyuguhkan kekayaan budaya Indonesia dari berbagai provinsi serta dokumentasi hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi

Keragaman Indonesia akan diangkat menjadi tema, mengingat Indonesia adalah negara yang majemuk dengan lebih dari 16.000 pulau, berpenduduk lebih dari 260 juta jiwa, dan menjadi rumah bagi lebih dari 300 kelompok etnik yang berbeda budaya dan ratusan bahasa daerah.

Investasi

Al Jubeir, yang juga mantan Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat menyatakan, Indonesia juga menjadi negara penting dalam arah kerja sama ekonomi, pariwisata dan investasi Arab Saudi.

Sejumlah perusahaan Arab Saudi saat ini tengah berencana melakukan investasi ke Indonesia, antara lain dalam bidang petrokimia, energi, perdagangan dan perbankan syariah.

Komitmen investasi ini, merupakan lanjutan dari investasi yang dilakukan para pengusaha Arab Saudi senilai 85 miliar dolar AS, saat kunjungan Raja Salman Bin Saud ke Indonesia pada Maret 2017.

Selain itu, Al-Jubeir juga berjanji akan mendorong masyarakat Arab untuk berkunjung ke berbagai destinasi wisata ternama  di Indonesia.

Sementara itu, Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan, jalinan kerja sama Indonesia-Arab Saudi, ke depan tidak hanya ditekankan pada hubungan antarpemerintah, tapi juga dikembangkan pada kerja sama antarmasyarakat (people to people). 

 “Ikatan masyarakat Indonesia dan Arab Saudi sangatlah erat. Setiap muslim Indonesia sangat mendambakan dan mencinta Arab Saudi,” kata Sjafrie. Jutaan masyarakat Indonesia setiap tahun melakukan perjalanan ke Arab Saudi, untuk umrah dan haji.


Baca juga: Indonesia tamu kehormatan Festival Budaya Janadriyah di Arab Saudi
Baca juga: Saudi kaji usulan jalur cepat haji Indonesia

 

Pewarta: Teguh Priyanto
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar