Puan: Festival Janadriyah mempererat hubungan Indonesia--Arab Saudi

Puan: Festival Janadriyah mempererat hubungan Indonesia--Arab Saudi

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani didampingi Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh untuk Arab Saudi merangkap Wakil Tetap untuk Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Agus Maftuh Abegebriel saat bertemu dengan Menteri Garda Nasional Arab Saudi Pangeran Khalid bin Abdulaziz bin Ayyaf Al Muqrin di Riyadh, Rabu (19/12/2018) terkait Indonesia sebagai tamu kehormatan Festival Janadriyah. (ANTARA/Humas KBRI untuk Arab Saudi)

Bukittinggi (ANTARA News) – Festival Janadriyah ke-33, festival kebudayaan terbesar di Timur Tengah dan diikuti oleh Indonesia, yang digelar di Arab Saudi diharapkan dapat lebih mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi. 

Dalam keterangan pers yang diterima di Bukittinggi, Kamis, Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani memberikan apresiasi atas penunjukan Indonesia sebagai tamu kehormatan dalam Festival Janadriyah ke-33. 

Dalam festival ini, Indonesia akan menampilkan keanekaragaman budaya dari Sabang hingga Merauke. 

Menko PMK Puan Maharani yang beraudiensi dengan Menteri Garda Nasional Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Khalid Bin Abdulaziz Bin Ayyaf Al Muqrin menyambaikan bahwa Indonesia akan memberikan penampilan terbaik sebagai penghargaan atas undangan dari Kerajaan Arab Saudi untuk menjadi tamu kehormatan. 

“Pemerintah telah sekuat tenaga mempersiapkan dengan maksimal termasuk koordinasi nasional antar kementerian-lembaga pusat di Jakarta, koordinasi dengan pemerintah daerah, dan dengan pihak terkait lainnya, walau waktu penunjukan yang relatif singkat pada 18 September lalu,” jelasnya. 

Sebagai tamu kehormatan, Indonesia akan memaksimalkannya dengan menampilkan keanekaragaman budaya bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari lebih dari 300 etnik dengan bahasa masing-masing. 

“Dengan demikian, harapan kita bersama agar kedua bangsa bersaudara, Indonesia dan Arab Saudi, makin akrab dan makin saling mengerti satu sama lain,” ujarnya. 

Pemerintah berharap, selain kerjasama di bidang kebudayaan, pengembangan sumber daya manusia dengan Arab Saudi pun dapat ditingkatkan. 

“Janadriyah ini akan menjadi batu loncatan menuju masa depan hubungan biletaral yang lebih erat, baik antarpemerintah maupun antar masyarakatnya,” kata Puan.

Dalam kesempatan yang sama Puan juga mengapresiasi pelayanan ibadah haji yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut dia, hal tersebut merupakan salah satu portfolio yang menjadi tanggungjawabnya. 

Pada kesempatan ini, Pangeran Khalid menjanjikan untuk terus meningkatkan pelayanan haji dan berharap kiranya Menko Puan dapat menunaikan haji kembali. 

Sebelum beraudiensi dengan Pangeran Khalid, Menko PMK didampingi Duber RI dan delegasi Indonesia melakukan peninjauan Pavilion Indonesia. 

Pada kesempatan itu, Puan sempat memberikan masukan agar penataan anjungan lebih baik lagi. 

Rencananya, Festival Janadriyah ke-33 akan dihadiri oleh Raja Salman dan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi. 

Festival Janadriyah sendiri adalah festival terbesar dan bergengsi dalam bidang kebudayaan dan sejarah di kawasan Timur Tengah yang diselenggarakan sejak 1985. Festival ini dirintis 6 negara di jazirah Arab yang beranggotakan Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab yang tergabung dalam anggota Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council (GCC).

Baca juga: Indonesia tamu kehormatan Festival Budaya Janadriyah di Arab Saudi
Baca juga: Festival Janadriyah ke-33, simbol persaudaraan Saudi-Indonesia
Baca juga: Puan pimpin delegasi Indonesia di festival budaya Arab Saudi
Baca juga: Indonesia kenalkan keberagaman dalam Festival Janadriyah

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Disahkan DPR jadi Kapolri baru, Idham Azis sebut sebagai mukjizat

Komentar