counter

Angkat besi bidik juara umum SEA Games 2019

Angkat besi bidik juara umum SEA Games 2019

Atlet angkat besi nasional Muhammad Yasin melakukan angkatan "clean and jerk" dalam tes evaluasi prestasi terakhir 2018 di mess Marinir Jakarta, Jumat. Yasin meraih angkatan total 279 kg yang terdiri dari angkatan snatch 127 kg dan angkatan clean and jerk 152 kg. (Antara/Imam Santoso)

Jakarta, 21/12 (Antara) - Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) membidik gelar juara umum dalam SEA Games ke-30 di Filipina pada November-Desember 2019.

"Kami ingin meraih gelar juara umum setelah merebut gelar itu pada SEA Games Singapura 2015 dan SEA Games Kuala Lumpur 2017," kata Wakil Ketua PB PABBSI Djoko Pramono di sela-sela test evaluasi pelatnas di Mess Marinir Jakarta, Jumat.
Baca juga: SEA Games 2017 - Indonesia juara umum angkat besi, meski target meleset

Djoko mengatakan target gelar juara umum dalam SEA Games 2019 berupa perolehan medali emas lebih dari dua medali.

"Saya optimistis untuk SEA Games 2019, atlet-atlet pelapis kita akan masuk. Pemerintah sudah mengatakan atlet-atlet pelapis harus mengikuti SEA Games," katanya.

Dalam sambutan selepas tes evaluasi akhir pelatnas 2018 itu, Djoko mengatakan pelatnas 2019 akan dimulai pada 4 Januari menunggu anggaran dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

"Tes evaluasi ini memperlihatkan konsistensi kami dengan pembinaan. Kami tidak hanya menggelar tes ketika akan menghadapi kejuaraan-kejuaraan besar saja melainkan juga secara periodik digelar tes evaluasi," katanya.

PB PABBSI, menurut Djoko, akan menjalankan promosi dan degradasi atlet serta pelatih nasional dengan sejumlah pertimbangan termasuk tes evaluasi yang telah digelar sebelumnya.

"Kami tidak menilai pelatih yang terdegradasi itu jelek. Tapi, kami ingin mengembalikan pelatih untuk meningkatkan prestasi atlet-atlet di daerah," katanya.

Mantan Komandan Korps Marinir TNI Angkatan Laut itu mengatakan atlet-atlet yang akan terdegradasi dari pelatnas PABBSI merupakan atlet-atlet yang tidak berkembang dalam progres latihan mereka di pelatnas.

"Kami sempat berbicara dengan Sekretaris Kemenpora Gatot Dewa Broto terkait kasus yang terjadi di Kemenpora. Kami mengharapkan proses hukum berjalan dan tanpa mengganggu program yang sudah ditetapkan sebelumnya," kata Djoko tentang kasus korupsi dana hibah Kemenpora ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) agar tidak mempengaruhi program pelatnas.

PB PABBSI akan menggelar rapat kerja nasional pada 15 Januari untuk membahas program pelatnas 2019 jika pelatnas angkat besi belum mulai pada 4 Januari.

"Kami akan menanggulangi terlebih dahulu. Untuk tempat tinggal atlet tidak ada masalah karena menggunakan mess Marinir. Tapi, bagaimana dengan honor dan uang makan atlet," katanya.

Sebanyak 14 atlet pelatnas PABBSI melakukan tes evaluasi prestasi akhir 2018 di Jakarta, Jumat. Mereka adalah enam atlet putri yaitu Syarah Anggraini, Accedya Jaghaditha, Yurifah Melsandi, Desi Rahayu, Melinda Gusti, dan Nurul Akmal.

Kemudian delapan atlet putra yaitu Muhammad Faathir, Surahmat, M. Furkon, Eko Yuli Irawan, Mohammad Yasin, Deni, Triyatno, dan Rahmat Erwin Abdullah. ***4***
Baca juga: PABBSI bentuk sentra latihan di tujuh daerah
 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar