Sejarah militer menarik diangkat untuk wisata bahari kapal pesiar Sabang

Sejarah militer menarik diangkat untuk wisata bahari kapal pesiar Sabang

Wisatawan mengunjungi objek wisata sejarah benteng Anoi Itam di Sabang, Aceh, Jumat (21/12). Benteng Anoi Itam merupakan salah satu benteng yang digunakan tentara Jepang untuk menyimpan peluru dan senjata ketika perang dunia II dan menjadi tempat untuk bertahan dari musuh. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/hp.

Sabang, Aceh (ANTARA News) - Tema wisata sejarah militer diajukan untuk menjadi bagian dalam promosi wisata bahari bagi wisatawan mancanegara (wisman) penumpang kapal pesiar asing yang akan bersandar di Sabang.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata Ratna Suranti di Sabang, Jumat setelah melakukan kunjungan ke berbagai kawasan wisata di Pulau Weh.

"Yang bisa diproyeksikan untuk pasar Eropa dan Amerika kemungkinan sejarah militer. Sebab, Pulau Weh menyimpan sejarah perang ketika terjadi Perang Dunia II," ujar Ratna.

Ratna menyebut berdasarkan hasil pengamatan, tema sejarah militer dapat menarik perhatian para wisman. 

Sebab, ada kecenderungan mereka mencari hal-hal unik yang   tidak ditemukan di negaranya, terutama ketertarikan mengenai budaya dan sejarah.

Selain itu, ketertarikan para wisman dengan Indonesia tentu memiliki keterkaitan berdasarkan sejarah panjang tentang pendudukan Belanda, Inggris Jepang, dan bagaimana pengaruh perang mereka terhadap Indonesia, khususnya Sabang.

Wisata bahari kapal pesiar dengan sejarah maritim Sabang rencananya akan menonjolkan beberapa kawasan wisata seperti Museum Sabang, Benteng Jepang, Benteng Anoi Hitam, dan lain sebagainya untuk penawaran paket wisata.

"Operator kapal pesiar kemudian akan mencocokkan dengan pasar mereka, lalu mereka yang akan memilih. Sebab, selera itu sudah mereka pelajari," ujar Ratna. 

Baca juga: Layanan pariwisata Sabang diharapkan berstandar tinggi
Baca juga: Kemenpar dorong Sabang jadi destinasi baru kapal pesiar
 

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

7 pihak sepakat lindungi kawasan konservasi laut & wisata bahari

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar