Penanganan sampah di Rejang Lebong-Bengkulu dibantu Yayasan PS2H

Penanganan sampah di Rejang Lebong-Bengkulu dibantu Yayasan PS2H

Warga bergtong royong membersihkan puing - puing dan sampah yang terbawa air gelombang laut di pantai Berkas, Bengkulu, Rabu (25/7/2018). Akibat gelombang tinggi mencapai empat meter yang melanda perairan bengkulu pada Rabu (25/7/2018) dini hari, mengakibatkan sejumlah sampah dan bangunan milik pedagang pinggir pantai terbawa arus gelombang hingga ke jalan raya. (ANTARA /David Muharmansyah)

Kami masih mencari investor guna membangun pabrik pengolahan sampah di Rejang Lebong, selain itu kami juga masih mengkaji kerja sama dengan tenaga ahli pengolahan sampah sehingga nantinya bisa bernilai ekonomi
Rejang Lebong, Bengkulu, (ANTARA News) - Yayasan Peduli Sampah Sungai dan Hutan (PS2H) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membantu penanganan sampah di daerah itu.

Ketua Yayasan PS2H Kabupaten Rejang Lebong, Andreansyah di Rejang Lebong, Sabtu mengatakan, kehadiran mereka di daerah itu guna membantu pemerintah menangani permasalahan sampah yang kini menjadi ancaman serius berbagai negara di belahan dunia.

"Yayasan ini kami bentuk atas kepedulian untuk membantu pemerintah dalam penanganan sampah terutama sampah plastik, kemudian mengedukasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam penanggulangan sampah," ujarnya.

Yayasan PS2H yang didirikan pada 17 Oktober 2018, kata dia, merupakan lembaga nirlaba yang peduli dengan masalah lingkungan, di mana saat ini pengurusnya sudah memiliki 15 orang sebagai anggota maupun sukarelawannya.

Sebagai bukti nyata aksi pembersihan lingkungan ini,  sudah mereka laksanakan di Desa Tasikmalaya, Kecamatan Curup Utara, beberapa pekan lalu, dengan mengajak masyarakat setempat membersihkan tumpukan sampah yang dibuang secara sembarangan di perbatasan desa lainnya.

"Dengan menggunakan armada pribadi berjenis mobil pick-up dan peralatan pendukung lainnya, kami bersama warga dan petugas Bhabinkamtibmas membersihkan tumpukan sampah diperbatasan desa itu dan sudah bersih," kata Andreansyah yang didampingi sekretarisnya, Riski.

Aksi serupa juga mereka lakukan setiap pekan dengan melakukan pembersihan sejumlah lokasi yang tidak dimasuki oleh petugas kebersihan, termasuk juga melakukan pertemuan dengan kelompok masyarakat guna memberikan pemahaman agar tidak membuang sampah sembarangan.

Selain melakukan aksi nyatan dengan terlibat langsung dalam gerakan pembersihan lingkungan, ke depannya Yayasan PS2H, kata Andreansyah, akan membuat program pengolahan kompos padat dan cair, kemudian pemanpaatan sampah plastik sebagai bahan utama pembuatan aspal dan kerajinan tangan.

"Kami masih mencari investor guna membangun pabrik pengolahan sampah di Rejang Lebong, selain itu kami juga masih mengkaji kerja sama dengan tenaga ahli pengolahan sampah sehingga nantinya bisa bernilai ekonomi," tambah dia.

Baca juga: Gubernur Bengkulu pimpin gerakan pungut sampah di Pantai Panjang

Baca juga: Puluhan orang ikuti lomba pungut sampah pantai

Pewarta: Nur Muhamad
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar